BELITUNG TIMUR – Aktivitas pertambangan timah masih menjadi salah satu penggerak penting perekonomian masyarakat Kabupaten Belitung Timur. Ketika aktivitas timah bergairah dan masyarakat memperoleh penghasilan, dampaknya ikut mengalir ke pasar, warung kopi, pelaku UMKM hingga berbagai sektor jasa.
Kondisi tersebut disampaikan Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif dalam pengembangan komunitas ekonomi kreatif. Ia menilai pergerakan sektor timah memiliki efek langsung terhadap daya beli dan perputaran uang di tengah masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, Endang melihat aktivitas ekonomi di sejumlah titik masih cenderung sepi. Kondisi itu terlihat dari aktivitas pasar hingga warung-warung kopi yang biasanya ramai menjadi tempat masyarakat beraktivitas.
“Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Saya sempat ngobrol dengan teman yang punya warung kopi, omzetnya jauh turun. Malam hari yang seharusnya orang santai dan ngopi, sekarang sepi,” ujarnya.
Timah Bergerak, UMKM Ikut Tumbuh
Menurut Endang, keterkaitan antara aktivitas timah dan ekonomi masyarakat Belitung Timur masih sangat kuat. Ketika pendapatan masyarakat dari sektor timah meningkat, uang tersebut kemudian berputar ke berbagai sektor ekonomi lokal.
Masyarakat kembali berbelanja di pasar, menikmati kuliner di warung, membeli produk UMKM, menggunakan jasa hingga melakukan perjalanan ke daerah lain. Perputaran tersebut menciptakan efek berantai yang dirasakan banyak pelaku usaha.
“Memang terasa. Kalau timahnya harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM,” katanya.
Endang menggambarkan kuatnya pengaruh sektor tersebut terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan menyebut kondisi Belitung Timur masih sulit dilepaskan dari timah.



