Datang Melaksanakan Tugas, Mobil Damkar Disambut Hujaman Batu dan Amukan Massa

Oplus_16908288

BELITUNG TIMUR – Datang untuk melaksanakan tugas memadamkan api, mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Belitung Timur justru menghadapi hujaman batu di tengah kericuhan aksi ribuan penambang di Kantor Operasional PT Timah Tbk, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026).

Insiden terjadi ketika situasi di sekitar kantor telah memanas dan api membakar bagian bangunan. Petugas Damkar yang dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran harus masuk ke tengah kerumunan massa yang masih memenuhi kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lawang Pos dari sejumlah pemberitaan media di lokasi, mobil Damkar menjadi sasaran lemparan batu saat berada di tengah massa. Rekaman yang beredar di media sosial juga memperlihatkan kendaraan pemadam berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

Datang Jalankan Tugas, Damkar Hadapi Amukan Massa

Kedatangan Damkar sejatinya untuk menangani api yang telah membesar di kompleks Kantor PT Timah. Namun proses menuju lokasi kebakaran berlangsung di tengah situasi yang telah berubah dari aksi penyampaian aspirasi menjadi kericuhan.

Mobil pemadam terlihat harus melewati kerumunan. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah orang dilaporkan melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan.

Usai Aksi di Gantung, Penambang Beltim Minta Kesepakatan Tertulis Disaksikan Forkopimda

Belum diperoleh keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan kendaraan Damkar maupun ada atau tidaknya petugas yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Insiden terhadap kendaraan pemadam menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian dalam kericuhan tersebut. Petugas Damkar berada di lokasi untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Kantor PT Timah Dilalap Api

Kericuhan bermula dari aksi ribuan warga yang didominasi penambang rakyat sejak Jumat pagi. Massa mendatangi Kantor Operasional PT Timah untuk menyampaikan tuntutan mengenai persoalan harga dan kesulitan menjual hasil tambang.

Aksi yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi kemudian memanas. Massa dilaporkan menerobos pagar dan sejumlah fasilitas di kawasan kantor mengalami kerusakan.

Sejumlah benda di area kantor kemudian dibakar. Api terus membesar hingga menjalar ke bagian bangunan. Informasi dari lapangan menyebut bagian kantor dan gudang PT Timah di Gantung ikut terbakar.

Kobaran api dan asap tebal terlihat dari sekitar lokasi. Kondisi inilah yang kemudian membuat petugas Damkar dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Ribuan Penambang Turun Menuntut Kejelasan

Sejak pagi, ribuan penambang dan warga dilaporkan bergerak menuju Kantor Operasional PT Timah menggunakan ratusan sepeda motor, puluhan mobil hingga truk terbuka.

Massa memadati kawasan kantor dan meminta kejelasan mengenai penjualan bijih timah. Persoalan tersebut dinilai berkaitan langsung dengan penghasilan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan.

Sebelumnya, Aliansi Penambang Belitung Timur dikabarkan berencana menggelar aksi pada Rabu (5/8/2026). Aksi tersebut batal setelah muncul kesepakatan mengenai harga pembelian timah sebesar Rp170 ribu per kilogram untuk kadar Sn 72.

Namun persoalan disebut belum sepenuhnya selesai. Informasi yang berkembang di lapangan menyebut masih terdapat penambang yang mengalami kesulitan menjual hasil tambangnya.

Dari Pemodal hingga Kolektor, Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Kasus 52,5 Ton Pasir Timah di Belitung

Harga dan Jalur Penjualan Jadi Persoalan

Selain harga, akses penjualan bijih timah menjadi salah satu keluhan yang berkembang di kalangan penambang.

Sejumlah penampung dan kolektor disebut tidak melakukan pembelian, sementara kemampuan pembelian melalui Selling Point PT Timah juga dikeluhkan terbatas. Kondisi tersebut membuat sebagian penambang harus menunggu dan disebut tidak selalu berhasil menjual hasil tambangnya.

Persoalan RKAB PT Timah turut dikaitkan dalam sejumlah informasi yang berkembang dengan tersendatnya tata niaga timah. Namun kaitan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penjelasan resmi dari PT Timah maupun instansi berwenang.

Kondisi ekonomi para penambang inilah yang menjadi latar belakang penting dari aksi besar di Gantung. Namun situasi kemudian berkembang jauh dari persoalan awal setelah terjadi perusakan, pembakaran dan insiden pelemparan terhadap kendaraan Damkar.

Aspirasi Penambang Berujung Kericuhan

Aparat kepolisian dan TNI terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Besarnya jumlah massa membuat situasi berlangsung dinamis ketika kericuhan terjadi.

Api yang membakar bagian kompleks Kantor PT Timah kemudian ditangani petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa tersebut menyisakan dua persoalan berbeda. Di satu sisi terdapat aspirasi penambang mengenai harga dan akses penjualan timah yang membutuhkan penyelesaian. Di sisi lain, kericuhan, perusakan, pembakaran hingga pelemparan terhadap kendaraan petugas menjadi persoalan yang memerlukan penanganan dan kejelasan lebih lanjut.

Hingga berita ini disusun, Lawang Pos masih menunggu keterangan resmi secara menyeluruh dari PT Timah Tbk, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, kepolisian serta Damkar mengenai rangkaian kejadian, dampak kebakaran dan insiden yang menimpa kendaraan pemadam. (Rz)

Bagikan