Apresiasi senada disampaikan Reni, warga Gebek 2. Informasi mengenai khitanan massal tersebut diketahuinya dari saudara, hingga kemudian ia langsung mendaftarkan anaknya untuk mengikuti kegiatan.
Bagi Reni, program khitanan gratis yang diselenggarakan PT TIMAH membawa manfaat bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
“Terbantu dan sangat terbantu. Terima kasih untuk PT TIMAH sudah membantu kami,” katanya.
Gugup Berlalu, Senyum Anak-anak Kembali Mengembang
Kegembiraan turut menyelimuti anak-anak selepas menjalani proses khitanan. Selain mendapatkan pelayanan medis secara gratis, setiap peserta juga menerima paket hadiah dari PT TIMAH.
Salah seorang peserta, Fathan, yang berusia 9 tahun, mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki ruang khitanan. Suara beberapa anak yang tengah menjalani proses khitanan sempat membuat rasa takut menghampirinya.
Namun, kekhawatiran itu perlahan mereda setelah ia bertemu dengan dokter dan perawat. Proses khitanan yang berlangsung cepat membuat Fathan kembali merasa tenang.
“Sebelumnya sedikit takut, pas sudah selesai bahagia,” kata Fathan.
Ia mengatakan proses khitanan tidak berlangsung lama, sementara rasa sakit yang dirasakannya pun tidak terlalu berat. Dengan kepolosannya, Fathan menggambarkan rasa ketika disuntik obat bius seperti terkena sengatan lebah.



