Burhaini juga meminta masyarakat tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak tertentu, terutama ketika kondisi ekonomi sedang sulit.
“Kita ini dalam air keruh, jangan sampai dimanfaatkan orang. Kalau kita tidak berpikir, kita yang hancur,” katanya.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan aparat terus diperkuat agar berbagai persoalan pertambangan dapat diselesaikan melalui dialog dan tidak berkembang menjadi konflik.
Hak dan Penghidupan Masyarakat Harus Diperhatikan
Menurut Burhaini, masyarakat pada dasarnya menginginkan kepastian terhadap hak dan sumber penghidupan mereka. Karena itu, penyelesaian persoalan pertambangan perlu memperhatikan kepentingan masyarakat sekaligus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat sebenarnya tidak banyak menuntut. Kalau kebutuhan dan harapan mereka terpenuhi, tentu tidak akan macam-macam. Mereka hanya ingin mendapatkan hak dan penghidupan yang layak. Karena itu, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan. Kalau memang ada hak mereka, berikan sesuai ketentuan dan harapan yang wajar,” ujarnya. (*)



