Bagi Didi, perhatian terhadap kehidupan ekonomi masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam membangun daerah. Apabila masyarakat mempunyai penghasilan dan kegiatan ekonomi dapat bergerak dengan baik, manfaat yang lahir darinya akan turut mengalir kepada daerah dan negara.
“Utamakan masyarakat dan bela masyarakat, terutama ekonominya. Itu akan menguntungkan negara. Semuanya bertumpu pada masyarakat,” katanya.
Atas dasar itu, ia berharap pengelolaan kekayaan alam, termasuk komoditas timah, mampu menghadirkan keseimbangan manfaat bagi perusahaan, negara, serta masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupan dari kegiatan penambangan.
“Kalau memang masyarakat membutuhkan dan menggantungkan hidup dari timah, tanggapilah dengan baik. Disinergikan dengan ekonomi yang baik agar mereka tetap hidup. Harapannya negara diuntungkan dan masyarakat tidak dirugikan,” tuturnya.
Harga Membaik, Asa Penambang Kembali Tumbuh
Bagi Didi, membaiknya harga timah menjadi suatu kesempatan penting bagi masyarakat penambang untuk sedikit melapangkan keadaan ekonomi keluarga. Bertahun-tahun menghadapi perubahan harga serta besarnya ongkos operasional membuat setiap kenaikan harga memiliki arti tersendiri bagi mereka yang menggantungkan penghidupan dari timah.
Dengan nilai jual yang lebih baik, kebutuhan rumah tangga diharapkan dapat dipenuhi tanpa harus kembali menambah utang ataupun melepas barang-barang berharga demi mencukupi kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, Didi menaruh harapan agar perusahaan dan masyarakat penambang dapat terus berjalan beriringan. Baginya, kegiatan pertimahan semestinya membawa manfaat bagi negara tanpa meninggalkan kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya.
“PT TIMAH harus selamanya bersama rakyat. Kita sama-sama hidup. Negara diuntungkan, masyarakat juga tidak dirugikan,” pungkasnya. (Rz)



