Pangkalpinang, lawangpos.com – Suasana Pantai Pasir Padi pada pagi hari itu terasa berbeda. Di tengah semilir angin laut dan aktivitas masyarakat pesisir, ratusan warga berkumpul di Plaza Kuliner dengan satu tujuan, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, membuka langsung kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang diselenggarakan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Di hadapan masyarakat, termasuk para nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari laut, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa Bangka Belitung memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi.
Mulai dari banjir, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama.
“Wilayah kita memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.

Aksi Gubernur Hidayat Arsani di Babel: Nelayan Dipasangi Life Jacket untuk Hadapi Bencana (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Pesan Keselamatan di Tengah Masyarakat Pesisir
Pesan itu terasa semakin kuat ketika Gubernur secara simbolis memasangkan jaket pelampung atau life jacket kepada perwakilan nelayan.
Sebuah momen sederhana namun sarat makna, bahwa keselamatan harus dimulai dari kesadaran diri.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas satu tahun kepemimpinan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Hidayat Arsani menyerahkan potongan tumpeng kepada salah satu perwakilan nelayan.
Momen itu menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat sekaligus penegasan bahwa nelayan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah pesisir.

Gubernur Hidayat Arsani Edukasi Nelayan Babel soal Life Jacket dan Mitigasi Bencana Laut. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Di barisan peserta, para nelayan tampak antusias mengikuti kegiatan. Bagi mereka, cuaca ekstrem bukan sekadar istilah, melainkan risiko nyata yang dihadapi setiap kali melaut.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, terutama yang setiap hari melaut. Kadang cuaca berubah cepat, jadi kami memang harus lebih waspada. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi lebih paham bagaimana menjaga keselamatan,” ujar Iwan, salah satu nelayan yang hadir.
Bangun Ketangguhan Bersama
Gubernur Hidayat juga mengingatkan bahwa urusan kebencanaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan ketangguhan daerah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, jajaran pemerintah daerah, serta unsur BPBD.

Nelayan Babel Dapat Life Jacket Gratis, Gubernur Hidayat Arsani Gaungkan Keselamatan Laut. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Berbagai rangkaian kegiatan turut dilaksanakan, mulai dari pemaparan materi hingga penayangan capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut berperan aktif dalam memahami potensi risiko di lingkungan sekitar, memanfaatkan informasi resmi, hingga terlibat dalam pelatihan dan simulasi kebencanaan.
Di Pantai Pasir Padi hari itu, tersampaikan satu pesan yang sederhana namun mendalam, bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar program pemerintah, melainkan budaya yang harus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. (Rz)






