
88 Kasus HIV/AIDS dan 583 TBC di Pangkalpinang, Pemkot Perkuat Pencegahan
PANGKAL PINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang melalui Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi penguatan integrasi AIDS/HIV, Tuberkulosis, Malaria dan Hepatitis (ATMH) dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Grand Safran Hotel, Selasa (3/11/2026).
Pertemuan yang mempertemukan berbagai unsur lintas program dan lintas sektor ini menghadirkan Wali Kota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam mencegah dan menangani penyakit menular di tengah masyarakat.
Menguatkan Sinergi, Menyatukan Langkah
Menurut Saparudin, penanganan ATMH bukan semata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan memerlukan keterlibatan Perangkat Daerah (PD), lembaga masyarakat, sektor swasta, institusi pendidikan, hingga komunitas.
Kerja sama lintas sektor dipandang sebagai jalan untuk memastikan upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan dapat berjalan secara terpadu dan berkesinambungan.
Semoga dengan pertemuan ini kita dapat meningkatkan koordinasi, sinergi dan kolaborasi antara dinas-dinas terkait hingga Kecamatan dan Kelurahan dalam pencegahan dan pengobatan ATMH,” ujar Saparudin.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemkot Pangkal Pinang dalam mewujudkan pilar transformasi kesehatan melalui penguatan pelayanan primer.
“Tiga hal yang menjadi fokus ILP, yakni penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring di tingkat kelurahan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui dashboard situasi kesehatan per kelurahan,” katanya.
Menilik Angka, Memperkuat Pencegahan
Dalam pertemuan itu turut dipaparkan perkembangan kasus penyakit menular di Pangkal Pinang. Hingga September 2026, tercatat sebanyak 88 kasus HIV/AIDS, terdiri atas 16 perempuan dan 72 laki-laki.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 kasus pada laki-laki disebut disebabkan oleh hubungan sesama jenis.
Sementara itu, tercatat pula 583 kasus Tuberkulosis (TBC), 11 kasus malaria, serta 14 kasus ibu hamil yang terpapar hepatitis reaktif.
Melihat angka tersebut, Saparudin menilai perlunya penguatan langkah pencegahan dan pengendalian melalui kerja sama berbagai pihak. Koordinasi lintas sektor diharapkan mampu membentuk jejaring pelayanan yang menjangkau masyarakat hingga ke luar fasilitas kesehatan.
“Termasuk lingkungan pendidikan dan kelurahan yang dapat mendukung penyebaran informasi, serta memperluas jangkauan layanan,” katanya.
Memperluas Jangkauan, Menjaga Kesehatan Bersama
Sosialisasi ini diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari lintas program Dinas Kesehatan dan unit pelaksana teknis, serta berbagai unsur lintas sektor nonkesehatan.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Wali Kota Pangkal Pinang dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkal Pinang sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan ATMH.
Adapun penyelenggaraan kegiatan ini didukung melalui pendanaan hibah Global Fund dalam program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH). (Rz)











