Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Satgas Antibanjir di Setiap Kecamatan Mulai 2027

Share:
1 / 4

PANGKAL PINANG – Pemerintah Kota Pangkal Pinang terus berupaya mencari jalan penyelesaian terhadap persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan. Salah satu langkah yang disiapkan ialah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperkuat kegiatan pembersihan saluran air secara rutin.

Satgas tersebut direncanakan mulai dibentuk pada 2027 dan akan ditempatkan di setiap kecamatan. Kehadirannya diharapkan dapat membantu membersihkan bandar dan selokan bersama masyarakat, sehingga aliran air tetap terjaga dan potensi banjir dapat dikurangi.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, saat meninjau salah satu titik rawan banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Jumat (30/10/2026).

Insyaallah tahun depan kita siapkan Satgas dari PU untuk membersihkan bandar dan selokan agar lebih masif lagi. Nanti kita siapkan di setiap kecamatan,” kata Wali Kota saat meninjau titik lokasi banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Jumat (30/10/2026).

Rejosari Jadi Perhatian Penanganan Banjir

Prof. Saparudin menjelaskan bahwa Kelurahan Rejosari merupakan salah satu kawasan yang kerap mengalami banjir, terutama ketika hujan deras turun bersamaan dengan naiknya air laut.

Keadaan tersebut menjadi perhatian pemerintah kota dalam menentukan langkah penanganan, termasuk memperkuat kegiatan pembersihan saluran air dan lingkungan permukiman.

Menurutnya, upaya mengurangi risiko banjir tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk menjaga kebersihan bandar, selokan, dan lingkungan sekitar.

“Lurah, RT, dan RW juga kita harap rutin mengajak warganya bergotong royong membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan gotong royong yang dilakukan secara berkala, pemerintah kota berharap kebersihan saluran air dapat lebih terjaga dan potensi genangan di kawasan permukiman berkurang.

Rumah Dekat Sungai Menyulitkan Alat Berat

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota turut mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah saat melakukan penanganan banjir di kawasan Rejosari.

Salah satu persoalan ialah sulitnya menurunkan alat berat untuk membersihkan aliran sungai karena jalan inspeksi sudah tidak tersedia.

Keadaan semakin menyulitkan lantaran sejumlah rumah warga berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai, sehingga ruang untuk melakukan pekerjaan pembersihan menjadi terbatas.

Sulit untuk kita menurunkan PC karena jalan inspeksi sudah tidak ada dan rumah warga yang mepet dengan sungai. Jadi, kita imbau pembangunan rumah tidak lagi dekat dengan sungai agar sungai mudah kita bersihkan,” ujarnya.

Prof. Saparudin mengingatkan pentingnya memperhatikan jarak pembangunan rumah dari aliran sungai agar akses pemeliharaan dan pembersihan tidak semakin terhambat.

Kampung Bintang hingga Pasar Pagi Masuk Perhatian

Selain Kelurahan Rejosari, Pemerintah Kota Pangkal Pinang juga memberikan perhatian terhadap sejumlah kawasan lain yang memiliki persoalan serupa.

Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Bintang atau Kampung Bintang, Gedung Nasional, serta kawasan Pasar Pagi.

Pemerintah kota mendorong kegiatan gotong royong dan pembersihan saluran air secara rutin di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi banjir.

Genas, Kampung Bintang dan Pasar Pagi juga menjadi fokus kita untuk rutin bergotong royong membersihkan selokan dan sungai agar dapat mengurangi potensi banjir,” pungkasnya.

Melalui rencana pembentukan Satgas PU di setiap kecamatan serta penguatan gotong royong masyarakat, Pemerintah Kota Pangkal Pinang berupaya meningkatkan penanganan banjir secara lebih teratur dan berkelanjutan.

Keterlibatan pemerintah dan warga diharapkan dapat menjaga kebersihan saluran air sekaligus membantu mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman yang selama ini menjadi perhatian. (Rz)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Terima Audiensi Kemhan RI, Koordinasi Penyelesaian Persoalan dan Kesejahteraan Veteran Diperkuat Cegah Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan, Saparudin Tegaskan Kawasan Resapan Air serta Sempadan Sungai Harus Dilindungi

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah