
Dari Kebun hingga Perikanan, PT TIMAH Tumbuhkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

PANGKALPINANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program pemberdayaan di wilayah operasional perusahaan. Tidak hanya menyentuh sektor pertanian, dukungan tersebut juga menjangkau peternakan dan perikanan, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap daerah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH mendorong masyarakat meningkatkan produksi pangan sekaligus mengembangkan usaha produktif yang dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari budidaya tanaman pangan dan sayuran, pertanian hidroponik, peternakan ayam dan bebek, hingga pemeliharaan ikan menggunakan keramba jaring apung (KJA).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung ketersediaan pangan, sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan secara mandiri.
Mengembangkan Potensi Pertanian dari Desa
Dukungan PT TIMAH diwujudkan melalui sejumlah program pertanian yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di Desa Kundur, perusahaan mendukung pengembangan tanaman nanas bersama kelompok tani. Program tanaman pangan juga dijalankan bersama kelompok tani di Sungailiat.
Sementara itu, di Badau, pengembangan pertanian terpadu mencakup budidaya jagung pipil dan nanas, yang kemudian diperluas dengan tanaman sayuran serta komoditas lainnya pada 2026.
Pada bidang pertanian hidroponik, PT TIMAH turut mendukung Kelompok Wanita Tani (KWT) Perkasa di Desa Air Putih serta kelompok hidroponik di Kundur.
Adapun di sektor peternakan dan perikanan, perusahaan mengembangkan peternakan ayam di Kundur dan Desa Telak, Jebus, serta budidaya ikan melalui keramba jaring apung di Desa Telak dan Kelurahan Teluk Rubiah, Mentok.
Dukungan juga menjangkau peternakan bebek di Desa Pedindang pada 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang dapat berkembang sesuai kebutuhan pasar.
Dari Ibu Rumah Tangga Menjadi Kelompok Produktif
Manfaat program pemberdayaan turut dirasakan Kelompok Hidroponik Lanjut Bestari. Melalui pendampingan PT TIMAH, kelompok tersebut kini mampu menghasilkan beragam sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ketua Kelompok Hidroponik Lanjut Bestari, Sartini, menuturkan bahwa kegiatan yang semula hanya berfokus pada satu jenis sayuran kini telah berkembang dengan berbagai komoditas lainnya.
Awalnya kami hanya menanam pokcoy, satu meja sekali panen bisa sampai 30 kg dan kami ada dua meja. Sekarang sudah banyak sayuran yang ditanam seperti sawi manis, pokcoy, selada, sop,” kata Sartini dikutip dari pemberitaan sebelumnya.
Menurutnya, kegiatan hidroponik tidak hanya memberikan pengetahuan baru dalam bercocok tanam, tetapi juga membuka kesempatan bagi anggota kelompok untuk memperoleh tambahan penghasilan.
“Tadinya kami hanya ibu rumah tangga biasa, sekarang kami sudah produktif dengan adanya program pertanian hidroponik dari PT TIMAH. Bahkan kalau panen kami sudah mendapatkan penghasilan untuk anggota kelompok,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana kegiatan pertanian dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengembangkan kemampuan ekonomi keluarga.
Bantuan Peralatan Ringankan Pekerjaan Petani
Selain mendukung pengembangan komoditas pertanian, PT TIMAH juga menyalurkan bantuan sarana produksi, peralatan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kelompok tani.
Salah satu penerima manfaat ialah Kelompok Tani Mitra Mandiri di Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat.
Ketua kelompok, Muhammad Azhar, mengatakan bantuan mini kultivator dari PT TIMAH sangat membantu pekerjaan petani, terutama dalam mempercepat pengolahan lahan yang sebelumnya dilakukan menggunakan tenaga manual.
“Selama ini kami mengolah tanah menggunakan cangkul secara manual, itu cukup melelahkan, tidak efektif, dan memakan waktu lama. Dengan adanya mini kultivator dari PT TIMAH ini, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujar Azhar.
Dukungan serupa juga diberikan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman.
Dedi Junaidi dari Kelompok Tani Bina Tani di Dusun Ganse mengungkapkan bahwa pelatihan budidaya bawang merah memberikan wawasan baru bagi petani untuk mengembangkan komoditas yang memiliki peluang ekonomi.
Prospek petani bawang sebenarnya cukup menjanjikan, apalagi kami dibina PT TIMAH sekarang. Kami juga diberikan pelatihan budidaya bawang merah yang dapat menambah wawasan baru, sehingga ke depannya kami jadi tahu dan bisa mengembangkan budidaya bawang merah sesuai dengan ilmu yang kami dapatkan,” katanya.
Hasil Panen Meningkat, Kemandirian Terus Didorong
Manfaat pendampingan juga dirasakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinar Baru melalui pengembangan budidaya cabai.
Ketua Gapoktan Sinar Baru, Amir, menjelaskan bahwa kelompoknya telah mendapatkan dukungan modal usaha dan pendampingan teknis dari PT TIMAH sejak 2023.
Bantuan tersebut turut mendukung peningkatan hasil panen serta kualitas komoditas yang dibudidayakan.
“PT TIMAH sudah memberi dukungan berupa modal usaha dan juga pendampingan teknis atau penyuluhan sejak 2023, dan semenjak itu hasil panen kami bertambah dan kualitasnya meningkat,” ujarnya.
Berbagai program yang dijalankan PT TIMAH tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Melalui bantuan sarana produksi, peningkatan keterampilan, serta pengembangan usaha yang bertumpu pada potensi lokal, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan kelompok tani, kelompok perempuan, dan masyarakat desa, penguatan ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga pada tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (Rz)







