Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Dari Anak Penjual Kue Rintak Jadi Bupati, Riza Herdavid Kenang Perjuangan Orang Tua

Share:

BANGKA SELATAN – Di balik perjalanan Riza Herdavid hingga dipercaya menjabat sebagai Bupati Bangka Selatan, tersimpan kisah kehidupan keluarga sederhana yang dahulu menggantungkan sebagian penghasilannya dari berjualan kue rintak, makanan tradisional khas Bangka Belitung.

Kenangan tentang perjuangan kedua orang tuanya itu kembali disampaikan Riza ketika mengenang ayahandanya, H. M. Yamin Sana bin Akil, yang meninggal dunia dalam usia 82 tahun dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Airbara, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (2/11/2026).

Di tengah suasana duka, Riza menceritakan bahwa perjalanan hidup keluarganya tidak selalu mudah. Setelah sang ayah pensiun sebagai karyawan PT Timah Tbk puluhan tahun silam, ibundanya mengambil peran besar dalam menopang kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan lima orang anak.

Usaha berjualan kue rintak menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga. Dalam keseharian itu, Riza bersama empat kakaknya turut membantu sang ibu menjalankan usaha tersebut.

Dari hasil berjualan itulah, kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak perlahan dapat dipenuhi.

Mengenang Kehidupan sebagai Anak Penjual Kue

Riza mengaku tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan hidupnya kelak akan membawanya menduduki jabatan sebagai kepala daerah.

Ia mengenang kehidupan masa kecil yang dijalani dalam kesederhanaan, ketika kedua orang tuanya harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.

Saya ini sebelumnya bukan siapa-siapa, hanya anak tukang kue dan lahir dari keluarga sederhana,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Riza saat mengenang perjuangan keluarga yang telah mengantarkannya hingga berada pada keadaan sekarang.

Baginya, pengalaman membantu usaha kue rintak bersama saudara-saudaranya menjadi bagian dari ingatan masa kecil yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup keluarganya.

Sang Ayah Pernah Bekerja di PT Timah

Ayah Riza, H. M. Yamin Sana bin Akil, diketahui merupakan pensiunan karyawan PT Timah Tbk.

Setelah almarhum memasuki masa pensiun puluhan tahun lalu, keluarga menjalani kehidupan dengan mengandalkan usaha yang dikerjakan sang ibu.

Riza bersama empat kakaknya turut membantu kegiatan berjualan kue rintak untuk menopang penghidupan keluarga.

Selain mengenang perjuangan mencari nafkah, Riza juga mengingat berbagai nilai kehidupan yang ditanamkan oleh ayahandanya.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok pendiam yang tidak banyak menyampaikan nasihat, tetapi meninggalkan pesan yang terus dikenangnya.

Salah satu pesan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab ketika seseorang dipercaya memegang jabatan.

Beliau orangnya pendiam, tetapi ada satu nasihat yang selalu saya ingat, jadilah pejabat yang amanah,” kenang Riza Herdavid.

Nasihat itu menjadi salah satu pegangan yang diingat Riza dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai Bupati Bangka Selatan.

Kenangan Keluarga di Tengah Suasana Duka

Kisah perjuangan kedua orang tuanya tersebut disampaikan Riza di tengah suasana berkabung atas kepergian sang ayah.

Sejak pagi, Senin (2/11/2026), kediaman keluarga di Desa Airbara, Kecamatan Airgegas, didatangi para pelayat yang hendak menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah pejabat pemerintahan hingga masyarakat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada H. M. Yamin Sana bin Akil.

Riza yang mengenakan gamis hitam lengkap dengan kopiah mengikuti rangkaian prosesi pemakaman bersama keluarga.

Jenazah almarhum terlebih dahulu disalatkan di Masjid Nurul Akbar, Desa Airbara, sebelum dibawa menuju TPU setempat.

Ketika mengantarkan ayahandanya menuju liang lahat, Riza tampak beberapa kali mengusap air mata.

Riza Sampaikan Permohonan Maaf

Dalam kesempatan tersebut, Riza turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup almarhum pernah terdapat perkataan, sikap, ataupun perbuatan yang kurang berkenan.

Jika semasa hidup beliau pernah menyakiti atau memiliki sikap yang kurang berkenan, saya memohon maaf sedalam-dalamnya,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya urusan utang-piutang almarhum agar menghubungi dirinya secara langsung.

Selain itu, Riza mengajak masyarakat untuk turut mendoakan ayahandanya agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sebagai bagian dari rangkaian doa bagi almarhum, pihak keluarga akan menggelar tahlilan dan doa bersama selama tujuh hari di Desa Airbara, Kabupaten Bangka Selatan.

Kami mengundang masyarakat selama tujuh hari kedepan untuk bisa hadir tahlilan dan doa bersama di Desa Airbara,” tutup Riza Herdavid.

Kepergian H. M. Yamin Sana bin Akil membawa kembali kenangan Riza terhadap masa kecilnya, ketika kedua orang tua berjuang membesarkan lima anak melalui kehidupan yang sederhana.

Dari usaha kue rintak yang dijalankan sang ibu hingga nasihat tentang amanah yang ditinggalkan ayahandanya, kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang dikenang Riza saat mengantarkan sang ayah ke tempat peristirahatan terakhir. (Rz)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Perkuat Perlindungan Warga, Pemkot Pangkalpinang dan Imigrasi Babel Sepakati Kerja Sama Pencegahan TPPO hingga Keberangkatan Ilegal ke Luar Negeri 200 Warga Pangkalpinang Ikuti Operasi Katarak Gratis, Wali Kota Saparudin Beri Apresiasi

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah