BELITUNG TIMUR – Pengungkapan sekitar 28 ton pasir timah di Kabupaten Belitung Timur membuka jejak dugaan penyelundupan timah menuju Malaysia yang disebut bukan baru pertama kali terjadi. Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri dan Polda Kepulauan Bangka Belitung menggerebek sebuah rumah di wilayah Desa Gantung, Belitung Timur, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan ratusan karung berisi pasir timah dengan berat keseluruhan sekitar 28 ton. Namun, pengungkapan itu tidak berhenti pada besarnya barang bukti. Keterangan kepolisian mengungkap dugaan bahwa pengiriman pasir timah melalui jalur tersebut sebelumnya telah dilakukan sebanyak dua kali. Pengiriman yang digagalkan tim gabungan kali ini disebut merupakan aksi ketiga.
Tiga Orang Diamankan
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan pengungkapan tersebut. Menurut Agus, operasi dilakukan tim gabungan Tipidter Bareskrim Polri dan Polda Babel di sebuah rumah di wilayah Desa Gantung.
“Iya benar. Ada pengungkapan 28 ton pasir timah yang dilakukan Tim gabungan dari Tipidter Bareskrim Polri dan Polda Bangka Belitung di sebuah rumah di wilayah Desa Gantung Kabupaten Belitung pada Kamis (13/8/26) sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Agus.
Dalam operasi tersebut, tiga orang berinisial Ro, Bu dan Ti turut diamankan. Ketiganya disebut memiliki peran berbeda dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sejauh keterangan yang disampaikan kepolisian, belum dirinci peran masing-masing maupun status hukum ketiga orang tersebut.
Pasir Timah Disebut Akan Dikirim ke Malaysia
Penyelidikan awal kepolisian mengarah pada dugaan bahwa puluhan ton pasir timah tersebut akan diselundupkan ke Malaysia. Polisi juga menemukan karakteristik pengemasan yang dinilai berkaitan dengan rencana pengiriman melalui laut. Pasir timah tidak hanya dimasukkan ke dalam ratusan karung, tetapi disebut turut dilapisi plastik bening.
“Dari barang bukti yang diamankan ini, memang pasir timah yang berusaha diselundupkan. Sebab, selain terbungkus karung juga memiliki ciri dilapisi plastik bening agar tidak terkena air laut saat diselundupkan,” ujar Agus.



