Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Sulap Sampah Organik Jadi Kompos, PT TIMAH Dukung Inovasi SI-KOMPOS di Bangka

Share:

BANGKA – Sampah organik yang selama ini kerap menjadi timbunan kini memiliki peluang untuk diolah menjadi kompos yang bermanfaat. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai guna.

Mendukung langkah tersebut, PT TIMAH (Persero) Tbk menyalurkan bantuan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui inovasi pengelolaan sampah SI-KOMPOS.

Bantuan diserahkan dalam peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah GEMPITA MAS (Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah) di Terminal Bayangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/11/2026).

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya PT TIMAH memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi kompos untuk mendukung penghijauan.

Dari Sampah Organik Menjadi Kompos Bermanfaat

Berdiri sejak 2023 dengan 15 anggota, KSM Rumah Kompos Matras secara bertahap mengembangkan pengolahan sampah organik dari kawasan permukiman hingga destinasi wisata, khususnya di sekitar Pantai Matahari Asli, Desa Matras.

Melalui SI-KOMPOS, dedaunan kering dan berbagai sisa bahan organik dikumpulkan, dipilah, kemudian diolah menjadi kompos. Sampah tersebut antara lain berasal dari hasil pembersihan kawasan wisata oleh petugas kebersihan.

Kompos yang dihasilkan nantinya dimanfaatkan kembali untuk penghijauan kawasan wisata. Sementara itu, pengelolaan diharapkan dapat terus berkembang hingga menjangkau sampah organik rumah tangga di lingkungan Matras.

Ketua KSM Rumah Kompos Matras, Teguh Rianda, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi sampah organik yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan rumah kompos yang berdekatan dengan kawasan wisata menjadi peluang untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Di kawasan destinasi wisata, kami akan mengambil sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan, seperti daun ketapang dan dedaunan kering lainnya. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos dan hasilnya akan dikembalikan lagi untuk mendukung penghijauan di kawasan wisata,” jelasnya.

Mesin Rusak, Produksi Kompos Sempat Terhambat

Di tengah upaya mengembangkan SI-KOMPOS, KSM Rumah Kompos Matras sempat menghadapi kendala. Mesin pengolahan mengalami kerusakan sehingga kegiatan produksi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Menghadapi keadaan tersebut, Teguh bersama kelompoknya berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT TIMAH untuk mencari jalan penyelesaian.

Bantuan yang diberikan PT TIMAH kali ini diarahkan pada perbaikan sarana dan prasarana mesin, agar kegiatan pengolahan kompos dapat kembali berjalan secara optimal.

Bantuan dari PT TIMAH sangat berarti bagi kami. Sebelumnya, mesin yang digunakan untuk produksi mengalami kerusakan sehingga proses pengolahan kompos menjadi terhambat. Kami berharap dengan adanya dukungan ini, kegiatan produksi dapat kembali berjalan dan inovasi SI-KOMPOS terus berkembang,” ujarnya.

Teguh berharap kerja sama tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah organik, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi produktif bagi anggota kelompok.

“Harapan kami, sinergi ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah mesin diperbaiki dan produksi kompos kembali berjalan, kami berharap hasilnya dapat dibeli PT TIMAH untuk mendukung kegiatan penghijauan perusahaan. Ke depan, kami juga berharap ada dukungan untuk pengembangan inovasi dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Division Head of Engineering PT TIMAH (Persero) Tbk, M. Ihsan, menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak semata. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

PT TIMAH berkomitmen mendukung berbagai inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap dukungan kepada KSM Rumah Kompos Matras dapat membantu mengoptimalkan kembali kegiatan pengolahan sampah organik melalui SI-KOMPOS sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ihsan.

Ia berharap kelompok masyarakat terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah serta mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif. (Rz)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

PT TIMAH Dukung Porprov VII Babel 2026, Siapkan Ribuan Seragam Perangkat Pertandingan Dari Bangka Belitung ke Panggung D’Academy 8, PT TIMAH Dukung Langkah Bhita

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah