Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Pertahankan Predikat Kota Toleran Terbaik Kedua di Indonesia, Saparudin Tekankan Peran Penting FKUB Pangkalpinang

Share:
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan sambutan dalam pelantikan dewan penasihat dan pengurus FKUB Kota Pangkalpinang periode 2026-2031 di Balai Betason Pemkot Pangkalpinang, Jumat (06/11/2026).
1 / 6

PANGKALPINANG – Upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Pangkalpinang menjadi perhatian penting Pemerintah Kota. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menekankan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) harus terus mengambil peran dalam merawat toleransi serta memperkokoh persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda.

Ia mengatakan, keberhasilan Pangkalpinang menempati peringkat kedua sebagai kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Namun, prestasi tersebut juga menuntut komitmen bersama agar suasana harmonis yang telah terbangun tidak luntur oleh perbedaan.

Dalam pandangannya, FKUB memiliki tanggung jawab strategis sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.

“Ini adalah satu kebanggaan, tetapi juga menjadi tantangan bagi kita bersama untuk menjaga. Keberadaan FKUB menjadi sangat penting dan diperlukan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pangkalpinang,” ujar Walikota dalam sambutannya saat hadiri pelantikan dewan penasehat dan pengurus FKUB Pangkalpinang periode 2026-2031 di Balai Betason Pemkot Pangkalpinang, Jumat siang (06/11/2026).

Harmoni Terlihat dari Kehidupan Sehari-hari

Untuk menggambarkan kuatnya toleransi tersebut, Prof. Udin menunjuk kawasan Tanjung Bunga sebagai salah satu contoh kehidupan masyarakat yang mampu berdampingan dalam keberagaman. Di kawasan itu terdapat rumah ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Hindu. Bahkan, pembangunan rumah ibadah bagi umat Kristen dan Islam juga telah masuk dalam rencana.

Kehidupan serupa dapat dijumpai di pusat Kota Pangkalpinang. Sebuah masjid berdiri berdekatan dengan gereja, menjadi gambaran bahwa perbedaan agama bukan penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.

Menurutnya, menjaga keadaan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, termasuk para tokoh agama dan organisasi keagamaan.

Ia berharap setiap umat dapat menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya dengan aman dan nyaman, sembari bersama-sama memberikan sumbangsih bagi kemajuan Kota Pangkalpinang.

“Membangun kota ini juga merupakan ibadah, bagian dari ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala,” ungkapnya.

Kepengurusan Baru Mengemban Tanggung Jawab Besar

Pada kesempatan yang sama, Prof. Saparudin menyampaikan selamat kepada jajaran dewan penasehat dan pengurus FKUB Kota Pangkalpinang yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Haji Merayu Sukma.

Ia menaruh harapan agar kepengurusan periode 2026-2031 dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membangun hubungan koordinasi yang semakin kuat dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang, terutama melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Tidak hanya sebatas koordinasi, FKUB juga didorong memperluas kerja sama melalui konsolidasi, kolaborasi, dan sinergi bersama pemerintah daerah dalam menyusun serta melaksanakan berbagai kegiatan.

Prof. Udin turut meminta agar program kerja FKUB tidak berhenti pada kegiatan yang telah berjalan selama ini. Jumlah kegiatan maupun skala pelaksanaannya perlu dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.

“Kalau tahun kemarin mungkin tiga atau empat kegiatan, tahun ini bisa menjadi lima kegiatan. Kegiatan yang sebelumnya berskala kecil juga perlu dievaluasi dan diperbesar agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat Kota Pangkalpinang,” pesannya.

Media Sosial dan AI Jadi Perhatian

Selain persoalan kerukunan, Wali Kota juga menyoroti tantangan baru yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Ia mengingatkan pengurus FKUB agar tidak gegabah dalam menyikapi maupun menyampaikan informasi melalui media sosial.

Menurutnya, kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kecermatan. Sebab, pesan yang tidak disampaikan secara utuh berpotensi menimbulkan salah pengertian dan membentuk persepsi yang berbeda dari maksud sebenarnya.

Sebuah pernyataan yang memiliki tujuan baik, misalnya, dapat berubah makna ketika dipotong dan disebarluaskan tanpa menyertakan konteks pembicaraan secara lengkap.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Perkembangan teknologi tersebut membuka kemungkinan terjadinya manipulasi informasi dan konten yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat.

Karena itu, FKUB diharapkan mampu menjadi bagian dari penjaga suasana sosial yang kondusif. Komunikasi yang bijak, sikap yang menenangkan, serta kemampuan meredam potensi provokasi menjadi hal penting dalam menjaga persatuan masyarakat.

Pada akhirnya, kerukunan umat beragama tidak hanya diukur dari kemampuan hidup berdampingan, tetapi juga dari kesediaan setiap pihak untuk saling menghormati dan menjaga kebersamaan. Dengan dukungan pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat, Pangkalpinang diharapkan terus mempertahankan kehidupan yang harmonis sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (MB)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

PT TIMAH Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Sadina Tekankan Integritas dan Pengabdian Cegah Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan, Saparudin Tegaskan Kawasan Resapan Air serta Sempadan Sungai Harus Dilindungi

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah