BANGKA – Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk kembali membuka kesempatan bagi para pelajar berprestasi untuk menempuh pendidikan secara cuma-cuma. Sejak bergulir pada tahun 2000, program ini terus menjadi salah satu jalur pendidikan yang banyak diminati siswa berprestasi di wilayah operasional perusahaan.
Program Kelas Beasiswa PT TIMAH dihadirkan sebagai ikhtiar untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi peserta didik dari beragam latar belakang ekonomi. Melalui program ini, beasiswa penuh diberikan kepada siswa berprestasi yang berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau, serta Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau.
Jejak Pengabdian yang Terus Berlanjut
Selama lebih dari dua dasawarsa, program tersebut telah melahirkan ratusan alumni yang kini menapaki beragam bidang pengabdian. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 922 alumni telah menuntaskan pendidikan melalui program ini dan kini berprofesi sebagai guru, dokter, dosen, anggota kepolisian, serta karyawan BUMN maupun swasta.
Pada tahun 2025, sebanyak 107 siswa menetap di asrama dan menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali, Kabupaten Bangka.
Harapan Menyongsong Kesempatan
Memasuki tahun 2026, PT TIMAH kembali melanjutkan program tersebut. Sebanyak 36 siswa dinyatakan lulus seleksi setelah melalui berbagai rangkaian tes.
Salah seorang peserta, Juli Alpiano, siswa SMP Negeri 3 Pangkalpinang, berhasil melewati sejumlah tahapan seleksi mulai dari administrasi, tes potensi akademik, psikotes, wawancara hingga tes kesehatan.
Menurut Juli, keikutsertaannya dalam Program Kelas Beasiswa ini didorong oleh keinginan untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memperoleh kesempatan belajar di sekolah unggulan tanpa harus mengeluarkan biaya pendidikan yang besar.
“Saya tertarik ikut program ini karena ingin membantu meringankan beban orang tua, sehingga tetap bisa sekolah di sekolah yang bagus tanpa harus mengeluarkan biaya,” katanya.
Ia juga menilai seluruh tahapan seleksi berlangsung secara transparan dan objektif. Baginya, peserta yang berhasil mencapai tahap tes kesehatan merupakan siswa-siswa terbaik yang telah menunjukkan kemampuan dan kualitas diri selama proses seleksi berlangsung.
“Saya rasa seleksinya berjalan dengan baik. Teman-teman yang lolos sampai tahap ini menurut saya memang peserta yang berkualitas,” tambahnya.
Juli berharap dirinya dapat mengenyam pendidikan gratis dan menjadi bagian dari peserta Program Kelas Beasiswa PT TIMAH di SMA Negeri 1 Pemali. (Rz)






