JAKARTA – Iran menghadapi tekanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) setelah blokade angkatan laut Amerika Serikat menghambat impor energi ke negara tersebut. Di tengah situasi itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf meminta masyarakat mulai mengurangi konsumsi bensin agar kebutuhan dalam negeri tetap dapat dipenuhi.
Seruan tersebut disampaikan Ghalibaf pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Ia menilai tingginya konsumsi bahan bakar tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat, melainkan juga berkaitan dengan pola penggunaan energi di sektor industri.
“Tentu saja, sebagian tanggung jawab atas konsumsi tinggi ini bukan terletak pada rakyat kita; melainkan pada industri kita,” kata Ghalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi Iran, dilansir AFP, Rabu (2/9/2026).
“Namun dalam hal apa pun, yang jelas adalah kita perlu menghemat bensin dalam pemakaian kita,” imbuhnya.
Warga Diminta Mulai Menghemat BBM
Ghalibaf mengatakan penghematan energi membutuhkan kerja sama masyarakat secara luas. Menurutnya, penggunaan bensin yang lebih efisien dapat membantu Iran bertahan dengan kapasitas produksi dalam negeri yang tersedia.
Ghalibaf mengatakan penghematan bahan bakar “membutuhkan kebijaksanaan kolektif dan tentu saja membutuhkan kerja sama rakyat”.
“Jika kita menggunakannya dengan benar, kita dapat mengelola dengan jumlah bensin yang kita produksi di negara ini,” katanya.
Seruan tersebut muncul ketika Iran menghadapi kesulitan mendatangkan bahan bakar dari luar negeri akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.



