WASHINGTON DC – Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran, Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump kemudian memperingatkan Teheran agar tidak melakukan serangan balasan.
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah, menyatakan gelombang serangan terbaru itu menyasar sejumlah fasilitas dan kemampuan militer Iran.
“Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi,” kata CENTCOM dalam pernyataan melalui media sosial X, Rabu (2/9/2026).
CENTCOM menyebut operasi tersebut merupakan respons terhadap dugaan upaya serangan IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan.
“Serangan-serangan ini merupakan respons terhadap upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, dan terhadap para personel militer Amerika yang dikerahkan ke kawasan tersebut,” sebut CENTCOM.
Ledakan Dilaporkan Terdengar di Sekitar Pulau Qeshm
Televisi pemerintah Iran melaporkan rentetan ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan kawasan dekat Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, lebih dari lima ledakan terdengar di dekat Desa Mesen di Pulau Qeshm. Sementara empat ledakan lainnya dilaporkan terdengar dari arah Selat Hormuz.
Serangan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di kawasan yang sebelumnya telah diwarnai berbagai aksi militer dan saling ancam antara Washington dan Teheran.



