Krisis pasokan energi terjadi ketika masyarakat Iran juga menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi dan memburuknya prospek ekonomi di tengah konflik serta sanksi internasional.
Ghalibaf mengatakan pemerintah dan parlemen berencana memperluas dukungan terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak tekanan ekonomi.
“Pemerintah dan parlemen bertekad untuk meningkatkan alokasi kredit untuk program subsidi pangan elektronik, terutama untuk kelompok pendapatan yang menanggung tekanan ekonomi terbesar,” katanya.
Menurut Ghalibaf, pemerintah harus memastikan tekanan ekonomi terhadap masyarakat dapat dikurangi.
“Sebenarnya, semua upaya kita sebagai pejabat harus diarahkan untuk mengurangi tekanan pada rakyat sehingga ketidakpuasan berkurang, karena kepuasan rakyat adalah prinsip mendasar bagi kita,” tandasnya.
Pemerintah Iran kini menghadapi tantangan ganda, yakni menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat sekaligus meredam tekanan ekonomi yang semakin besar akibat blokade, sanksi, dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. (Rz)



