BANGKA SELATAN – Gara-gara urusan perabot rumah tangga, konflik keluarga yang tengah dibayangi proses perceraian di Dusun SPC, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, berujung panjang. Seorang pria berinisial SA alias Kopong (46) kini harus mendekam di tahanan setelah diduga menganiaya adik iparnya sendiri, DW (37).
Persoalan ini bermula dari dua lemari yang terlihat berada di depan rumah. Namun, urusan perabot tersebut ternyata bersinggungan dengan keretakan rumah tangga SA dan istrinya, NU (41), yang menurut kepolisian sedang menjalani proses perceraian. Ketegangan keluarga itu akhirnya pecah pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.20 WIB.
Dua Lemari Bikin Suasana Memanas
Sore itu, DW pulang menggunakan sepeda motor dan melihat dua lemari berada di depan rumah kakak kandungnya. Merasa ada yang tidak biasa, DW kemudian memberi tahu NU bahwa perabot tersebut diduga hendak dijual oleh SA. NU bersama adiknya kemudian kembali ke rumah untuk mencegah penjualan perabot tersebut.
Setibanya di sana, suasana bukannya mereda. NU dan SA justru terlibat cekcok. Pertengkaran suami istri itu semakin panas ketika SA diduga hendak memukul NU. Melihat kakaknya dalam situasi tersebut, DW berusaha melerai dengan menahan bahu SA. Namun, niat untuk menghentikan pertengkaran justru membuat DW ikut terseret dalam konflik.
“Korban bermaksud melerai, tetapi pelaku tidak terima dan langsung melakukan kekerasan fisik,” kata Kepala Satreskrim Polres Bangka Selatan AKP Imam Satriawan, Jumat (14/8/2026).
Niat Melerai, Malah Jadi Sasaran
Polisi menyebut SA kemudian memukul bagian kepala DW di belakang telinga kiri sebanyak dua kali, lalu menghantam leher kiri dan kepala bagian kanan. Keributan belum berhenti. SA disebut merangkul leher adik iparnya tersebut sebelum menjatuhkannya hingga tersungkur ke tanah.
Akibat kejadian itu, DW mengalami luka pada lengan dan lutut serta lebam di bagian kepala dan wajah. Keributan akhirnya mengundang perhatian warga. Seorang warga berinisial SUS (26) datang melerai, disusul warga lainnya yang berdatangan ke lokasi hingga aksi tersebut berhenti.



