PT TIMAH Luncurkan Buku SELARAS, 17 Karyawan Bagikan Pengalaman Nyata Mengembalikan Kehidupan di Lahan Pascatambang

BANGKA – Upaya reklamasi yang dijalankan PT TIMAH (Persero) Tbk selama bertahun-tahun di wilayah operasional perusahaan kini tidak hanya tampak dari pulihnya lahan pascatambang yang kembali hijau dan produktif, tetapi juga terabadikan dalam sebuah karya tulis yang memuat beragam pengalaman, pembelajaran, serta perjalanan panjang pemulihan lingkungan.

Sebanyak 17 karyawan PT TIMAH menuangkan pengalaman, tantangan, inovasi, dan dinamika reklamasi dalam buku berjudul SELARAS: Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka yang diterbitkan oleh IPB Press. Buku tersebut diluncurkan di Kebun Agro Area Bangka Utara, Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (17/6/2026).

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mendokumentasikan praktik pengelolaan lingkungan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya reklamasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pertambangan yang berkelanjutan.


Merangkai Kisah Pemulihan Alam

Buku SELARAS menghadirkan beragam cerita, pengalaman, tantangan, serta pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan reklamasi. Setiap tulisan menggambarkan sudut pandang para pelaku yang terlibat langsung dalam proses pemulihan lingkungan di berbagai wilayah operasional perusahaan.

Dukung Gaya Hidup Serba Digital, Bank Sumsel Babel Tambah Layanan Pembelian Paket Data Telkomsel di BSB Mobile

Karya-karya yang menghiasi buku ini antara lain Menanam Harapan di Tanah Utara karya Muhammad Romainoor, Ketika Reklamasi Memanggil Kembali oleh Tofan Randy Wijaya, Secercah Asa dari Lubang Bekas Tambang karya Nilwan, Bangka, Tanah Tua yang Belajar Pulih oleh Donika Randa, serta Tidak Hanya Mengambil, tapi Mengembalikan karya Marzono Malihin.

Selain itu, terdapat tulisan Petualang Muda di Jejak Reklamasi Bangka Barat oleh Dodi Fernandes, Gersang Perlahan Menghijau karya Oktafiandi, Merawat Kehidupan Setelah Tambang Pergi oleh Mizipianto, serta Dilema Buah Delima karya Lido Setianto.

Beragam kisah lain turut memperkaya buku ini, seperti Tanam Cepat, Rawat Terlambat! Kepercayaan Dipertaruhkan karya Hendra B. Usman Zaini, Ketika Rencana tak Seindah Nyata oleh Ferry Donny, Panggilan Laut dari Bangka Utara karya Obed Agtapura, Artificial Reef, Riak Kehidupan Bawah Laut Karang Aji oleh Rahmat Wijaya, hingga Restocking Cumi untuk Laut Lestari karya Robby Hardianto.

Tidak hanya itu, buku ini juga memuat tulisan Peta Pertama si Orang Lapangan karya Denni Herdiansyah, Drone di Langit Reklamasi oleh Erwanto, dan Saat Alam Diberi Kesempatan karya Dendy Nur Hidayat.

Melalui beragam perspektif tersebut, para penulis menghadirkan gambaran reklamasi yang tidak hanya berbicara tentang pemulihan lingkungan, tetapi juga tentang harapan, inovasi, kolaborasi, dan komitmen menjaga keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.

Hadapi Tuntutan Pasar Global dan Penguatan ESG, PT Timah Perkuat Implementasi RMI-RMAP untuk Mewujudkan Pertambangan Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan


Media Edukasi dan Transfer Pengetahuan

Department Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan penerbitan buku ini merupakan bagian dari upaya karyawan untuk mendokumentasikan pengetahuan, pengalaman, serta praktik yang telah dilakukan dalam menjalankan program reklamasi perusahaan.

Menurutnya, buku ini bukan hanya menjadi catatan perjalanan perusahaan dalam memulihkan lingkungan pascatambang, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang menunjukkan komitmen PT TIMAH dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Buku ini menjadi bukti bahwa reklamasi bukan hanya program perusahaan, tetapi sebuah proses panjang yang melibatkan dedikasi, inovasi, dan kolaborasi banyak pihak. Melalui tulisan para karyawan yang terlibat langsung di lapangan, masyarakat dapat melihat bagaimana upaya pemulihan lingkungan dilakukan secara nyata dan berkelanjutan,” kata Anggi.

Ia menambahkan, penerbitan buku tersebut juga menjadi bagian dari upaya transfer pengetahuan agar berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama proses reklamasi dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Potensi Laut Bangka Diolah Jadi Peluang Usaha, PT TIMAH Latih Warga Pesisir Kembangkan Produk Bernilai Jual

“Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi, sekaligus memperkuat pemahaman publik bahwa kegiatan pertambangan yang baik harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga dan memulihkan lingkungan,” tambahnya.


Menghadirkan Reklamasi dari Sudut Pandang Pelaku

Salah satu penulis buku, Tofan Randy Wijaya, menjelaskan bahwa SELARAS disusun dalam format antologi yang berisi kumpulan cerita dan pengalaman para penulis yang terlibat langsung dalam kegiatan reklamasi.

Ia menegaskan, buku tersebut tidak disajikan dalam bentuk laporan perusahaan yang formal, melainkan ditulis dengan pendekatan yang lebih ringan agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.

“SELARAS bukan buku laporan perusahaan. Kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan pembaca sehingga siapa pun dapat memahami proses reklamasi dari sudut pandang para pelaku di lapangan,” ujarnya.

Menurut Tofan, dokumentasi pengalaman memiliki arti penting di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang. Dengan adanya buku ini, pengalaman dan pengetahuan para pelaku reklamasi dapat terus diwariskan dan menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Senada dengan itu, Muhammad Romainoor menuturkan bahwa keberhasilan reklamasi tidak dapat dilepaskan dari kerja sama tim yang kuat. Setiap lokasi memiliki tantangan yang berbeda sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai target pemulihan lingkungan yang telah ditetapkan.

Tidak hanya mengangkat kisah reklamasi darat, buku ini juga memuat cerita reklamasi laut. Rahmat Wijaya, salah satu penulis yang terlibat dalam pemantauan bawah laut, membagikan pengalamannya mengenai upaya pemulihan ekosistem perairan melalui berbagai program reklamasi dan konservasi laut yang dijalankan perusahaan.

Melalui buku SELARAS: Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka, para penulis berharap pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan dapat menjadi sumber pembelajaran, memperkaya literasi lingkungan, dan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya reklamasi sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Rz)

Bagikan