Wali Kota Pangkalpinang Tegaskan Tak Ada Larangan Live Music, Hanya Pembatasan Volume Selama Ramadhan

PANGKALPINANG – Polemik mengenai surat edaran Wali Kota Pangkalpinang tentang aktivitas band dan live music selama bulan Ramadhan akhirnya memperoleh penjelasan yang jernih. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, menegaskan bahwa tidak ada pelarangan terhadap kegiatan live music di wilayah Kota Pangkalpinang.

Ia menerangkan, surat edaran tersebut hanya mengatur agar penggunaan musik tidak dilakukan secara berlebihan, terutama dari sisi volume suara, sehingga tidak mengganggu ketenteraman masyarakat yang sedang menjalankan ibadah di bulan suci.


Penegasan di Tengah Polemik

“Tidak melarang live music. Yang dilarang itu musik berlebihan dan mengganggu ketenteraman saat masyarakat beribadah di bulan Ramadhan,” ujar Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin. Sabtu (21/2/2026)malam.

Menurutnya, imbauan itu dimaksudkan untuk menjaga suasana tetap kondusif sepanjang Ramadhan, seraya tetap memberi ruang bagi para pelaku usaha hiburan untuk beraktivitas secara wajar dan tertib.

Babak Baru CBDC Dimulai, Korea Selatan Uji Uang Digital Langsung di Sistem Perbankan Nasional

Penegasan tersebut juga disampaikan dalam pertemuan di rumah dinas Wali Kota bersama Adhy Sarphio, yang hadir sebagai perwakilan komunitas anak band yang menaungi banyak musisi lokal, terutama para musisi yang menjadikan musik sebagai sumber pendapatan ekonomi.

Dalam suasana dialog yang terbuka, kedua pihak membahas substansi surat edaran serta dampaknya bagi para pelaku musik. Pertemuan itu menjadi ruang saling memahami antara pemerintah daerah dan komunitas musisi, agar kebijakan yang diterapkan tetap menjaga keseimbangan antara ketenteraman Ramadhan dan keberlangsungan mata pencaharian para pekerja seni.


Harapan Suasana Tetap Harmonis

Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak seluruh pihak untuk saling menghormati dan menyesuaikan aktivitas hiburan dengan norma serta ketertiban yang berlaku selama bulan Ramadhan.

Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah berharap polemik yang sempat mencuat dapat mereda, dan masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat mengenai substansi surat edaran tersebut. (Rz)

PKP Cup 2026 Sukses Besar, Ribuan Penonton Padati Stadion Depati Amir dan Bangkitkan Gairah Sepak Bola Pangkalpinang

Bagikan