Kondisi tersebut membuat keberlangsungan aktivitas pertambangan memiliki arti penting bagi kehidupan keluarganya. Karena itu, kepastian harga dan akses penjualan menjadi harapan utama bagi penambang rakyat seperti Khairul.
Berharap Timah Rakyat Terserap dengan Lancar
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi, Khairul mengaku tidak memiliki harapan yang muluk-muluk. Ia ingin hasil timah yang diperoleh penambang dapat terserap melalui mekanisme penjualan yang jelas, aman, dan berjalan lancar.
PT TIMAH menjadi salah satu perusahaan yang diharapkannya dapat menampung hasil timah masyarakat sepanjang mekanisme dan persyaratan yang berlaku dapat dipenuhi.
“Harapannya cuma itu. Dari dulu kan harus PT Timah yang menampung kalau kondisi PT Timah ni sudah mapan seperti ini saya tetap pilih ke PT TIMAH karena ambil aman saja dan saya juga bekerja di IUP PT Timah,” katanya.
Khairul mengatakan kelancaran pembelian menjadi hal yang paling penting bagi penambang. Sistem pelayanan juga diharapkan terus diperbaiki sehingga waktu tunggu saat menjual hasil tambang tidak terlalu panjang.
Ia memahami bahwa penjualan timah kepada perusahaan memiliki prosedur dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.
“Kalau penjualan ke PT Timah kan harus melalui kolektor dulu yang memang bisa menampung. Kalau penambang mau langsung menjual ke PT Timah, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi, seperti kelengkapan surat. Sementara kami ini penambang kecil, jadi memang belum tentu memiliki kelengkapan seperti itu. Kalau melalui kolektor, mereka juga tentu punya target dan ketentuan sendiri,” ujarnya.



