“Motif kami sudah banyak berkembang. Ada motif batu satam dan kami juga pernah berkolaborasi untuk membuat salah satu produk dengan motif tersebut,” katanya.
Feby menilai pameran yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen secara langsung memberi manfaat tersendiri. Calon konsumen dapat menyaksikan kualitas produk secara nyata, mulai dari bahan, tekstur, warna, hingga detail yang terkadang tidak dapat ditampilkan secara maksimal melalui media sosial.
“Ini sangat membantu karena kami bisa langsung menunjukkan kualitas produk, sekaligus bercerita dan memberikan edukasi tentang filosofinya. Ada peluang bertemu bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga pengunjung dari mancanegara,” ujarnya.
Karena itu, Feby berharap kegiatan promosi seperti Babel Day dapat terus dipertahankan dan dikembangkan. Baginya, ruang semacam ini membuka kesempatan bagi UMKM daerah untuk membawa produknya menuju pasar yang lebih luas.
“Menurut saya penting agar kegiatan seperti ini terus berkembang. Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, produk kita lebih banyak dikenal di daerah. Dengan pameran seperti ini, orang jadi lebih mengenal Bangka Belitung. Terima kasih PT TIMAH yang telah memberikan kesempatan ini,” ujarnya.
Batik Pakis Menyapa Pasar di Luar Daerah
Sementara itu, Siti Dawiyah, mitra binaan yang memiliki brand Batik Pakis, turut memanfaatkan Babel Day sebagai ruang untuk memperkenalkan produk batik khas Bangka Belitung.
Dalam pameran tersebut, Siti Dawiyah membawa beragam produk, mulai dari bahan batik, baju, syal, stanjak, hingga rok. Dari sisi penjualan, Siti mengaku telah mendapatkan transaksi selama mengikuti pameran.
Menurut Siti, kesempatan tampil dalam pameran di luar daerah memberikan manfaat bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen baru sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.



