Pengelolaan retribusi yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang tertata. Administrasi yang jelas dan transparan juga dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata.
Di sinilah teknologi dinilai bisa mengambil peran. Digitalisasi membuka peluang pengelolaan retribusi dilakukan dengan sistem yang lebih modern dan tertib dibandingkan pola konvensional.
Pada akhirnya, pembenahan tersebut diharapkan dapat ikut mendukung pengembangan destinasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Mahasiswa Bawa Gagasan dari Desa Berbura
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa KKN tak harus berhenti pada program-program seremonial. Mahasiswa dapat ikut membaca potensi desa dan membawa gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan PkM Terintegrasi KKN di Desa Berbura tersebut, Arvi Pramudya dan Lendra Dika Kurniawan turut terlibat dalam upaya mendorong optimalisasi retribusi dan digitalisasi pariwisata Gunung Maras.
Gagasan yang dibawa memang menjadi langkah awal. Namun, pemanfaatan teknologi dapat membuka ruang lebih besar bagi pengembangan wisata Gunung Maras ke depan.
Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat dan pihak terkait menjadi bagian penting agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Jika dikembangkan secara konsisten, digitalisasi dapat menjadi salah satu jalan untuk membawa pengelolaan wisata Gunung Maras semakin modern, tertata dan berkelanjutan.



