Bukan Sekadar Sponsor, Piala Dunia 2026 Resmi Menjadi Ajang Olahraga Paling Terintegrasi dengan Teknologi Kripto di Dunia

PANGKALPINANG – Piala Dunia 2026 disebut sebagai ajang olahraga yang paling terintegrasi dengan teknologi kripto dalam sejarah. Tidak lagi sebatas kerja sama sponsor atau pemasangan logo perusahaan di berbagai sudut stadion, pemanfaatan teknologi blockchain kini hadir lebih dalam dan menjadi bagian dari ekosistem turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Perkembangan ini menandai langkah baru FIFA dalam mengadopsi teknologi digital. Berbagai layanan berbasis blockchain mulai digunakan untuk mendukung pengalaman penggemar, koleksi digital, hingga aktivitas pasar prediksi yang berkaitan dengan jalannya pertandingan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA memiliki mitra resmi pasar prediksi, yakni ADI Predictstreet. Melalui platform tersebut, pasar prediksi berbasis blockchain dibuka untuk seluruh 104 pertandingan yang akan digelar sepanjang turnamen.

Seluruh proses penyelesaian transaksi dan hasil prediksi dilakukan melalui jaringan Chainlink, sebuah infrastruktur blockchain yang dikenal luas dalam penyediaan data dan penyelesaian transaksi secara terdesentralisasi.


FIFA Bangun Blockchain Sendiri

Heboh! Bonus Petarung UFC di Gedung Putih Dibayar Pakai Stablecoin USD1 Milik Proyek Kripto Keluarga Trump

Di tengah berkembangnya pemanfaatan teknologi blockchain, FIFA juga mengambil langkah penting dengan membangun jaringan blockchain miliknya sendiri di atas Avalanche L1.

Langkah ini menunjukkan perubahan arah strategi FIFA yang sebelumnya memanfaatkan blockchain milik pihak lain. Kini, organisasi sepak bola dunia tersebut memilih memiliki infrastruktur digital sendiri guna mendukung berbagai layanan yang berada di bawah naungannya.

Salah satu layanan yang kini berpindah ke jaringan baru tersebut adalah FIFA Collect, platform koleksi digital resmi FIFA yang memungkinkan penggemar mengoleksi momen-momen bersejarah dalam bentuk aset digital.

Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya kerja sama FIFA dengan Algorand, yang sebelumnya menjadi mitra blockchain resmi organisasi tersebut.


Penggemar Ikut Menjadi Bagian Ekosistem Digital

Gaspol ke Belitung! Grasstrack Milad PBB ke-28 Perebutkan 1 Unit Mobil dan Total Hadiah Lebih dari Rp200 Juta

Tidak hanya berhenti pada level organisasi, integrasi teknologi kripto dalam Piala Dunia 2026 juga menjangkau para penggemar sepak bola di berbagai negara.

Melalui jaringan Chiliz, penggemar dapat mengakses fan token dari enam tim nasional yang berpartisipasi dalam turnamen. Fan token memungkinkan suporter terlibat lebih dekat dengan tim favorit mereka melalui berbagai bentuk interaksi digital.

Selain itu, terdapat pula platform fantasi sepak bola Sorare yang berjalan di atas jaringan Ethereum. Platform ini memungkinkan pengguna menyusun tim virtual berbasis kartu digital pemain dan berkompetisi dengan penggemar lain dari berbagai belahan dunia.

Keberadaan layanan-layanan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi blockchain semakin menjadi bagian dari pengalaman menonton dan mengikuti perkembangan sepak bola modern.


Volume Transaksi Miliaran Dolar

Yuri Kemal Gagas Gerakan Semut, Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Rupiah

Aktivitas pasar prediksi yang mengiringi gelaran Piala Dunia 2026 juga menunjukkan skala yang tidak kecil. Pada pasar prediksi mengenai tim yang akan menjadi juara dunia, volume transaksi tercatat telah melampaui US$3 miliar.

Transaksi tersebut berlangsung melalui platform Polymarket dan Kalshi, dua layanan yang banyak digunakan untuk memprediksi berbagai peristiwa besar, termasuk ajang olahraga internasional.

Besarnya nilai transaksi itu menjadi gambaran bahwa minat masyarakat terhadap kombinasi antara olahraga, teknologi blockchain, dan aset digital terus berkembang dari waktu ke waktu.

Dengan hadirnya pasar prediksi berbasis blockchain, jaringan blockchain milik FIFA sendiri, koleksi digital resmi, fan token, hingga platform fantasi sepak bola, Piala Dunia 2026 dinilai sebagai turnamen yang memiliki keterkaitan paling luas dengan teknologi kripto dan blockchain sepanjang sejarah olahraga modern. Ikuti analisis, edukasi, dan update terbaru dunia kripto melalui DigiCoreTech. (Rz)

 

Ringkasan Berita:

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di LawangPos hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

Bagikan