
Erzaldi: Prabowo Pikul Amanah Besar untuk Indonesia, Jangan Halangi Pengabdiannya

PANGKALPINANG – Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal yang turut menyasar nomor telepon Presiden. Ia mengingatkan pentingnya memberikan ruang kepada kepala negara untuk menunaikan amanah rakyat dan mencurahkan perhatian bagi pembangunan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Erzaldi menyusul pengumuman Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengenai penetapan tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, penghapusan data elektronik, serta akses ilegal.
Sementara itu, satu orang lainnya berinisial SU masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Perkembangan perkara tersebut disampaikan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Asep Safrudin, dalam konferensi pers pada Selasa (3/11/2026).
Menanggapi persoalan itu, Erzaldi menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, dugaan penyadapan tanpa prosedur, baik terhadap Presiden maupun pihak lainnya, merupakan perkara serius yang harus ditangani berdasarkan ketentuan hukum.
Saya mendukung penuh langkah Polri mengusut kasus ini sampai tuntas. Penyadapan tanpa prosedur terhadap Presiden maupun siapa pun tidak bisa dibenarkan. Siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” tegas Erzaldi.
Amanah Besar di Pundak Presiden
Di tengah bergulirnya proses hukum tersebut, Erzaldi mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang memikul tanggung jawab besar bagi masa depan Indonesia.
Baginya, amanah yang dipercayakan rakyat kepada Presiden patut dihormati dan didukung, sehingga perhatian kepala negara dapat tetap tertuju pada tugas serta tanggung jawabnya dalam membangun negeri.
Erzaldi menilai, ketulusan dan komitmen Presiden dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa perlu memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya.
Pak Prabowo adalah orang baik. Beliau tulus mengabdi untuk negara ini. Beliau punya amanah besar dari rakyat dan tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik. Karena itu, biarkan beliau bekerja. Berikan kesempatan kepada beliau untuk menjalankan amanah dan membangun negeri ini,” ujar Erzaldi.
Menjaga Persatuan, Menegakkan Hukum
Lebih jauh, Erzaldi menegaskan bahwa dukungannya kepada Presiden Prabowo tidak berarti mengesampingkan proses penegakan hukum yang tengah berlangsung.
Menurutnya, kedua hal tersebut harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Proses hukum perlu dilaksanakan sesuai ketentuan, sementara Presiden tetap memperoleh ruang untuk menjalankan tugas konstitusional yang diamanahkan kepadanya.
Erzaldi juga menaruh perhatian terhadap pentingnya menjaga persatuan bangsa. Ia menyatakan tidak akan tinggal diam apabila terdapat upaya memecah belah bangsa ataupun menghalangi Presiden dalam melaksanakan tugasnya.
Saya berdiri bersama Presiden Prabowo dalam menjalankan amanah konstitusionalnya. Jika ada upaya memecah belah bangsa atau menghalangi Presiden menjalankan tugasnya, saya tidak akan tinggal diam. Kita harus menjaga persatuan dan memberikan dukungan agar beliau bisa fokus bekerja untuk Indonesia,” tutup Erzaldi.
Melalui pernyataan tersebut, Erzaldi kembali menegaskan sikap dukungannya terhadap Presiden Prabowo, seraya menempatkan penegakan hukum dan persatuan bangsa sebagai hal penting yang harus tetap dijaga di tengah berlangsungnya proses hukum tersebut. (Rz)







