Kanwil Imigrasi Babel dan BIN Daerah Bangun Sinergi Lebih Kuat, Deteksi Dini dan Pengawasan Orang Asing Ditingkatkan

PANGKALPINANG – Penguatan kerja sama intelijen menjadi salah satu langkah penting dalam menunjang pengawasan keimigrasian agar semakin efektif dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dinamika keamanan. Atas dasar komitmen itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung, Junita Sitorus, melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Han Wisnu Wardoyo, di Kantor Binda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/7).

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang beserta jajaran. Pertemuan itu menjadi ruang untuk mempererat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan bidang keimigrasian.

Pertemuan diawali dengan pemaparan mengenai tugas, fungsi, serta kewenangan dari masing-masing instansi. Langkah ini menjadi dasar dalam membangun pola kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pengawasan Warga Asing Diperkuat

Cara Mengubah Desil DTSEN yang Tidak Sesuai, Warga Babel Bisa Ajukan Sanggah Lewat 3 Jalur

Salah satu pokok pembahasan diarahkan pada penguatan kolaborasi intelijen dalam mendukung pengawasan terhadap mobilitas serta aktivitas warga negara asing di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui koordinasi yang semakin erat, kedua instansi berkomitmen mempercepat dan memperkuat pertukaran informasi secara akurat dan terukur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian.

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung bersama Binda Kepulauan Bangka Belitung turut membahas optimalisasi penggunaan Subject of Interest (SOI) sebagai sarana pertukaran informasi intelijen yang terintegrasi.

Pengembangan sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat tahapan identifikasi, analisis, hingga penyampaian informasi strategis sehingga keputusan dapat diambil dengan lebih cepat dan tepat.

APBD Pangkalpinang 2027 Defisit Rp30 Miliar, Pemerintah Harus Putar Otak di Tengah Ruang Fiskal yang Terbatas

Pencegahan TPPO Turut Menjadi Perhatian

Laman: 1 2

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement
Lawang Pos
Lawangpos.com official ★★★★★ GRATIS