BELITUNG TIMUR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, perdamaian, keamanan, serta fasilitas publik setelah gejolak yang terjadi di daerah tersebut pasca aksi unjuk rasa.
MUI menilai situasi yang kondusif dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Sekretaris Umum MUI Belitung Timur, Try Mario Sandy, mengatakan setiap peristiwa yang terjadi perlu dijadikan bahan evaluasi bersama, baik oleh pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.
Menurutnya, introspeksi dan muhasabah diperlukan agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki sekaligus mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
“Kita terus belajar dari segala kondisi yang pernah kita alami. Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujar Try Mario akhir pekan lalu.
MUI Rumuskan Lima Poin Imbauan
Try Mario mengatakan MUI Belitung Timur telah menggelar rapat internal bersama sejumlah tokoh agama setelah aksi unjuk rasa pada 7 Agustus lalu. Pertemuan tersebut dilakukan untuk merumuskan sikap organisasi terhadap situasi yang berkembang.
Dari pembahasan itu, MUI merangkum lima poin imbauan yang kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait.
Menurut Try Mario, sikap tersebut berangkat dari prinsip tawassuth atau mengambil jalan tengah dengan mengutamakan pilihan terbaik bagi seluruh pihak.



