Salah satu poin utama yang disampaikan adalah ajakan kepada masyarakat di tujuh kecamatan di Belitung Timur untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, persatuan, keamanan, dan fasilitas publik.
“Yang pertama kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Belitung Timur, karena kita ada tujuh kecamatan, untuk menjaga kondusivitas, menjaga persatuan, keamanan dan tolong kita jaga juga fasilitas publik. Karena fasilitas publik ini dibangun tidak bim salabim, tetapi ada prosesnya,” katanya.
Try Mario mengingatkan fasilitas umum dibangun melalui proses panjang dan menggunakan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, keberadaannya menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga.
Ia menilai semangat menjaga perdamaian dan menghormati sesama juga sejalan dengan nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.
“Dalam hal ini MUI mengajak kepada seluruh masyarakat, kita sama-samalah. Kita ini terkenal Bangka dan Belitung, terutama Belitung, harmonisasinya luar biasa. Bukan hanya sesama muslim, dengan nonmuslim pun kita sangat harmonis,” ujarnya.
Maslahat Masyarakat Harus Jadi Prioritas
MUI Belitung Timur juga mendorong pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, wakil rakyat, serta pihak terkait lainnya untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menyikapi setiap persoalan.
Menurut Try Mario, prinsip maslahat harus menjadi pijakan dalam mengambil keputusan, yakni memastikan setiap langkah membawa kebaikan dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Jadi permasalahan ini dikedepankan untuk adalah permasalahan umat. Maslahat, maslahat itu adanya kebaikan. Jadi yang kita kedepankan itu adalah kebaikan untuk masyarakat, kebaikan untuk umat,” jelasnya.



