“Belitung Timur ini luar biasa. Di sini bukan hanya timah, pasirnya juga bermanfaat. Kemudian Tebat Rasau, ikan-ikan purbanya itu luar biasa masih ada. Hal-hal seperti ini harus kita rawat bersama,” katanya.
Ia menekankan pemanfaatan sumber daya alam harus tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
“Kalau itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, kebaikan umat, kemakmuran umat itu silakan. Namun kita hidup di dunia ini bukan hanya manusia, tapi ada hewan, ada tumbuh-tumbuhan, ada ekosistem. Harmonisasi ini antara manusia dengan makhluk yang lain, antara manusia dengan manusia ini harus kita jaga,” tuturnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat saat ini akan menentukan kondisi lingkungan dan sumber daya alam yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Komunikasi Dinilai Kunci Menjaga Belitung Timur Tetap Damai
Sementara itu, Dewan Pertimbangan MUI Belitung Timur, H. Sayono, menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi.
Ia mengajak pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat melakukan introspeksi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik.
“Kita terus belajar dari segala kondisi yang pernah kita alami. Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujarnya.
Sayono berharap kebersamaan seluruh pihak dapat menjaga Belitung Timur tetap aman dan damai. Kondisi yang kondusif, menurutnya, dibutuhkan agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian dapat terus berjalan.



