BELITUNG – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam menjaga ekosistem laut serta menopang kesejahteraan nelayan terus diperkuat melalui beragam program berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
Tidak hanya menenggelamkan artificial reef sebagai bagian dari ikhtiar rehabilitasi lingkungan laut, pada tahun 2025 lalu perusahaan ini juga menenggelamkan sebanyak 36 unit atraktor cumi di Perairan Buku Limau, Kabupaten Belitung Timur.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak hasil tangkapan nelayan di Perairan Buku Limau. Atraktor itu dirancang sebagai tempat menempelnya telur cumi-cumi, sehingga populasi dapat meningkat dan siklus reproduksi biota laut tersebut tetap terjaga.
Sebagaimana diketahui, cumi merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai jual tinggi. Karena itu, keberadaan atraktor ini diharapkan dapat turut meningkatkan penghasilan nelayan serta masyarakat pesisir.
Harapan Nelayan Pesisir
Ketua Kelompok Nelayan Pesisir Pulau Buku Limau, Amirudin, mengatakan penenggelaman atraktor cumi ini memang dibutuhkan para nelayan, sebab selama ini untuk memperoleh cumi mereka harus melaut cukup jauh.
“Dengan adanya penenggelaman atraktor cumi ini kami tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menangkap cumi. Selama ini kami harus melaut cukup jauh untuk bisa mendapatkan cumi,” katanya.
Menurutnya, keberadaan atraktor tersebut bukan saja berpotensi meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga menghemat penggunaan bahan bakar saat melaut.
“Selama ini kami kalau melaut jauh, butuh bahan bakarnya banyak dan semakin hari semakin mahal. Tapi dengan adanya atraktor cumi yang ditenggelamkan dengan jarak yang cuma 1 mil ini tentu selain lebih dekat kami juga bisa menghemat bahan bakar,” katanya.
Menjaga Laut, Menguatkan Ekonomi
Selain menjadi lokasi potensial bagi penangkapan nelayan, atraktor tersebut turut membantu menjaga ketersediaan cumi secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam menerapkan prinsip pertambangan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama kelompok nelayan dan para pemangku kepentingan setempat, perusahaan berharap ekosistem laut tetap terpelihara, sementara perekonomian masyarakat pesisir kian bertumbuh dengan mantap. (Rz)






