Pembangkit PLN di Bangka Belitung memiliki potensi FABA sekitar 165 ribu ton setiap tahun. Pada tingkat nasional, seluruh pembangkit PLN menghasilkan kurang lebih 3 juta metrik ton FABA per tahun.
Jika produksi dari pembangkit di luar PLN turut dihitung, potensi FABA di Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 13 juta hingga 20 juta ton setiap tahun.
Membuka Nilai Ekonomi bagi Warga
Rizal mengatakan pengolahan FABA menjadi pupuk menyimpan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar pembangkit.
“Artinya ini peluang yang besar sekali bagi masyarakat sekitar untuk menikmati FABA menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang Patijaya menegaskan Komisi XII DPR RI akan mendorong perhatian para pemangku kepentingan terhadap berbagai kendala yang masih mengiringi pengembangan PUFA, terutama mengenai standardisasi dan perluasan pemanfaatannya.
“Arahnya harus jelas, dari residu menjadi produk bernilai, dari uji coba menjadi produksi yang lebih besar, dan dari program lokal kita dorong menjadi program yang bisa direplikasi secara nasional. Ujungnya adalah pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan,” demikian kata Bambang Patijaya. (Rz)



