
Pemprov Babel Punya 189 Inovasi, Gerakan Satu Program Satu Inovasi Terus Diperkuat

PANGKALPINANG – Budaya inovasi terus didorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) agar semakin melekat dalam kerja pemerintahan. Perangkat daerah tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga didorong melahirkan terobosan yang mampu menjawab persoalan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
[metaslider id=”11911″]
Langkah tersebut diperkuat melalui sosialisasi inovasi daerah kepada perangkat daerah. Sosialisasi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama bahwa inovasi bukan sekadar program tambahan ataupun pemenuhan administratif, melainkan bagian dari cara kerja pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki tata kelola, sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di Bangka Belitung.
189 Inovasi dari Berbagai Sektor
Dari proses penguatan budaya inovasi tersebut, tercatat 189 inovasi yang disosialisasikan. Inovasi itu datang dari berbagai sektor dan perangkat daerah dengan bentuk beragam, mulai dari pembenahan tata kelola pemerintahan hingga pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Salah satunya LHS (Lab Home Service), layanan antar jemput sampel laboratorium berbasis WhatsApp. Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana pembaruan pelayanan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan laboratorium.
Selain itu, berbagai inovasi dikembangkan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, UMKM, pariwisata, perhubungan, lingkungan hidup, pertanian, kelautan hingga pelayanan pemerintahan berbasis digital.
Ratusan inovasi tersebut menunjukkan bahwa pembaruan tidak harus selalu hadir dalam bentuk program besar. Terobosan sederhana sekalipun dapat menjadi inovasi ketika mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Gerakan Satu Program Satu Inovasi
Penguatan budaya inovasi kemudian diterjemahkan melalui Gerakan Satu Program Satu Inovasi. Melalui gerakan ini, setiap perangkat daerah diarahkan memiliki inovasi yang melekat pada pelaksanaan program dan tugas pokok masing-masing.
Dengan demikian, inovasi tidak diharapkan berhenti sebagai kegiatan sesaat. Terobosan yang lahir diarahkan menjadi bagian dari proses perbaikan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Gerakan tersebut sekaligus membuka ruang bagi perangkat daerah untuk lebih aktif membaca persoalan di lingkungan kerjanya. Dari persoalan itulah diharapkan muncul gagasan, pembaruan maupun cara kerja baru yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bappeda Perkuat Pokja Sinergi Inovasi Daerah
Agar gerakan tersebut berjalan lebih terarah, Pemprov Babel melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) turut memperkuat kelembagaan inovasi dengan membentuk Tim Kelompok Kerja (Pokja) Sinergi Inovasi Daerah.
Tim tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengoordinasikan pembinaan, pendampingan, monitoring hingga evaluasi terhadap inovasi yang dikembangkan perangkat daerah.
Keberadaan Pokja juga penting agar inovasi yang telah dilahirkan tidak berhenti pada gagasan atau pencatatan semata, tetapi dapat terus dikembangkan dan dievaluasi sesuai kebutuhan.
Sosialisasi inovasi sekaligus menjadi ruang membangun kesadaran bahwa keberhasilan inovasi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan. Perangkat daerah bukan hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga diharapkan mampu membaca persoalan, menemukan peluang perbaikan dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah
Bagi Bangka Belitung, penguatan ekosistem inovasi memiliki arti strategis di tengah kebutuhan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Inovasi diharapkan menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat daya saing daerah dan pada akhirnya memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Melalui sosialisasi, Gerakan Satu Program Satu Inovasi, serta penguatan peran Pokja Inovasi, Pemprov Babel berupaya menciptakan ekosistem yang memungkinkan inovasi tumbuh secara konsisten di setiap perangkat daerah.
Arahnya adalah membangun pemerintahan yang semakin adaptif, kreatif dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Pada akhirnya, 189 inovasi bukan sekadar angka. Ukuran keberhasilannya terletak pada seberapa jauh gagasan yang lahir dari dalam birokrasi mampu bekerja, berkembang dan menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dari satu program lahir satu inovasi. Dari inovasi tersebut, diharapkan lahir pelayanan publik dan pembangunan Bangka Belitung yang semakin efektif, responsif dan berdampak.



