
Pemkot Pangkalpinang Perkuat Penanganan BBM, Polisi Bergerak Awasi SPBU dan Pertamini
PANGKAL PINANG – Upaya Pemerintah Kota Pangkal Pinang mengurai persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) terus mendapat perhatian bersama. Setelah pemerintah kota memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan Pertamina, pengawasan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai diperketat, termasuk penelusuran dugaan praktik pengeritan dan jalur pasokan BBM ke Pertamini.
Perkembangan tersebut menyusul rangkaian penanganan antrean BBM pada Kamis (29/10/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan pemantauan dan pengamanan SPBU oleh jajaran Polresta Pangkalpinang, Jumat (30/10/2026).
Dari hasil pemantauan kepolisian, persediaan BBM secara umum dilaporkan masih normal, antrean kendaraan relatif terkendali, dan arus lalu lintas di sekitar SPBU berjalan lancar.
Keadaan ini menjadi perkembangan dalam penanganan persoalan antrean kendaraan yang sebelumnya kerap mengular hingga ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemkot Pangkal Pinang Perkuat Penanganan BBM
Sebelumnya, Wali Kota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan PT Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung di Gedung SRC Kantor Wali Kota, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk menelusuri berbagai persoalan yang diduga menjadi penyebab antrean panjang, mulai dari perubahan kuota distribusi hingga meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok.
Usai rapat, Prof. Saparudin menyampaikan bahwa sejumlah persoalan di lapangan telah diidentifikasi. Pemerintah kota bersama pihak terkait juga mulai merumuskan langkah pencegahan dan penyelesaian.
Kita juga langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian tindakan apa saja yang perlu kita ambil. Saya sangat berterima kasih atas perhatian dari Bapak Kapolres yang langsung akan bertindak tegas membentuk tim penyelidik untuk menyelesaikan hal tersebut,” ujarnya menambahkan.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah kota berupaya memastikan persoalan antrean BBM tidak hanya ditangani dari sisi pelayanan, tetapi juga melalui pengawasan terhadap penyaluran bahan bakar bersubsidi.
Polisi Bergerak Awasi SPBU dan Pertamini
Pada Kamis (29/10/2026), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait turut melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU.
Dalam pemeriksaan tersebut, antrean kendaraan di lokasi yang dikunjungi didapati sepi. Kondisi ini menjadi perhatian aparat kepolisian dalam menelusuri dugaan praktik pengeritan BBM.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Indra Wijatmiko, juga menegaskan perlunya tindakan terhadap SPBU yang terbukti membiarkan atau melayani pengerit BBM dengan melanggar ketentuan.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi bersama Pemkot Pangkal Pinang, Kapolresta menyampaikan rencana pemeriksaan terhadap outlet Pertamini guna menelusuri asal pasokan BBM bersubsidi, termasuk dugaan keterkaitan dengan pengepul atau pengerit.
“Malam ini kita langsung bergerak, akan kita cek outlet Pertamini, karena biasanya di Pertamini ini dapat BBM-nya dari para pengepul atau pengerit, akan kita dalami dan kita selidiki jalur mereka (Pertamini, Red) mendapatkan BBM bersubsidi ini,” ujarnya.
Kepolisian juga menyampaikan akan meminta pengelola SPBU lebih tegas mengawasi aktivitas pembelian BBM secara berulang agar penyalurannya tidak disalahgunakan.
Antrean Dilaporkan Lebih Terkendali
Sehari setelah rangkaian inspeksi dan koordinasi tersebut, personel Polresta Pangkalpinang kembali melakukan monitoring dan pengamanan di sejumlah SPBU pada Jumat (30/10/2026).
Petugas memantau aktivitas pengisian bahan bakar, kondisi antrean kendaraan, serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.
Dari kegiatan tersebut, persediaan BBM secara umum dilaporkan masih normal, sementara antrean kendaraan relatif terkendali dan arus lalu lintas berjalan lancar.
Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat diartikan bahwa seluruh persoalan distribusi dan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi telah terselesaikan.
Pengawasan dan penelusuran terhadap dugaan penyimpangan masih menjadi perhatian dalam upaya menjaga ketertiban pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina Dukung Perbaikan Pelayanan
Sementara itu, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung, Satrio Wibowo Wicaksono, menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kota Pangkal Pinang.
Pertamina menyatakan komitmennya untuk mendukung pembenahan tata kelola pelayanan di tingkat penyalur, khususnya SPBU, agar distribusi BBM berlangsung tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi Pemkot sebelumnya turut dihadiri Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Syarli Nopriansyah, Kapolresta Kombes Pol Indra Wijatmiko, perwakilan Kejaksaan Negeri Pangkal Pinang, Kodim 0413/Bangka, serta seluruh camat di Kota Pangkal Pinang.
Melalui kerja sama pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum, penanganan antrean BBM terus diarahkan pada pengawasan distribusi serta perbaikan pelayanan, sehingga kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih tertib dan tepat sasaran. (Rz)










