
KPPG Babel Dikukuhkan, Hidayat Arsani Dorong Perempuan Masuk Ruang Strategis

PANGKALPINANG — Perempuan tak lagi cukup hanya menjadi pelengkap dalam panggung politik. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, ingin kader perempuan tampil lebih berani dan mengambil ruang strategis dalam politik, pemerintahan, hingga pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Hidayat seusai pengukuhan Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PD KPPG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2025–2030 di Aston Hotel, Pangkalpinang, Minggu (23/8/2026).
Perempuan Harus Ambil Peran
Bagi Hidayat, pengukuhan KPPG bukan sekadar mengisi struktur organisasi. Kehadiran organisasi perempuan Golkar itu harus menjadi kekuatan baru untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam politik.
“Pelantikan KPPG dalam rangka memperkuat peranan wanita untuk ikut berpolitik. Didampingi Pak Sekjen dan Pak Bendum, kita Golkar solid, Indonesia maju, untuk Bangka Belitung kita ingin menambah suara,” kata Hidayat.
Ia menilai perempuan memiliki ruang yang besar untuk ikut menentukan arah kebijakan. Karena itu, kaderisasi dan pendidikan politik harus terus diperkuat.
“Politik artinya meletakkan kembali hal yang benar, solid, bekerja efektif untuk kemenangan pilkada, pileg, pilpres,” ujarnya.
Golkar Ingin Bergerak Satu Arah
Hidayat juga membawa pesan konsolidasi. Menurutnya, seluruh kader Golkar harus bergerak solid, efektif, dan tidak kehilangan momentum dalam menjalankan agenda partai.
“Harapan ke depan, kita satu komando Matahari. Tidak membuang waktu, dan kita solid melaksanakan program-program yang ada dari pusat untuk Bangka Belitung lebih baik daripada hari ini,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kader perempuan Golkar tidak hanya aktif di internal partai, tetapi semakin terlihat kiprahnya di tengah masyarakat.
KPPG, Rumah Politik Perempuan Golkar
KPPG atau Kesatuan Perempuan Partai Golkar merupakan organisasi sayap otonom Partai Golkar yang menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kader perempuan.
Perannya cukup strategis. Mulai dari memperluas keterlibatan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pemerintahan, melakukan kaderisasi dan pendidikan politik, hingga mendampingi kader perempuan yang dipersiapkan maju sebagai calon legislatif.
KPPG juga membawa isu yang dekat dengan kehidupan perempuan, keluarga, dan masyarakat. Dengan ruang tersebut, kader perempuan diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta politik, tetapi ikut menyuarakan kepentingan publik dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
Sekitar 300 Perempuan Ikut Ambil Bagian
Pengukuhan PD KPPG Bangka Belitung dirangkai dengan kegiatan pendidikan politik yang diikuti sekitar 300 peserta.
Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari kader Partai Golkar, organisasi perempuan, unsur perempuan partai koalisi, hingga mahasiswa.
Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman politik sekaligus mendorong perempuan lebih percaya diri menyampaikan aspirasi dan mengambil bagian dalam proses kebijakan.
Jangan Berhenti di Seremoni
Selepas pengukuhan, tantangan KPPG justru dimulai. Kepengurusan periode 2025–2030 diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan struktur organisasi semata.
KPPG didorong bergerak hingga kabupaten/kota, kecamatan, dan desa dengan program yang menyentuh langsung kepentingan perempuan dan masyarakat.
Targetnya, semakin banyak perempuan Bangka Belitung yang memahami politik, berani masuk ke ruang pengambilan keputusan, dan mampu memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah.



