Karena itu, ia turut mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh unsur masyarakat mengambil peran dalam menjaga ketertiban dan persatuan.
“Untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, mari kita bergandeng tangan menjaga keamanan dan stabilitas agar semuanya dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kedepankan Dialog dan Musyawarah
Khusus kepada masyarakat penambang di Desa Batu Penyu, Khairul mengingatkan agar persoalan yang muncul di lapangan tidak langsung disikapi secara sepihak.
Menurutnya, dialog dan musyawarah harus menjadi pilihan utama sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak luas.
“Kalau ada hal-hal di lapangan yang kurang berkenan, mari kita duduk bersama dan bermusyawarah. Jangan mengambil keputusan sendiri-sendiri karena kita memiliki pemerintah, pihak yang mengayomi, dan pihak yang membantu kita. Jangan merasa berjalan sendiri sehingga membuat keputusan yang nantinya berakibat fatal pada diri sendiri,” tegasnya.
Kejadian 7 Agustus Jadi Pelajaran
Khairul berharap peristiwa unjuk rasa pada 7 Agustus lalu menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Belitung Timur.
Ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta kesepakatan bersama.



