Di Tengah Beragam Perbedaan, Festival Pasir Padi ke-7 Hadir Membawa Pesan Kuat tentang Toleransi dan Persatuan

PANGKALPINANG – Festival Pasir Padi ke-7 Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, di kawasan Pantai Pasir Padi, Jumat (19/6/2026).

Perhelatan tahunan yang telah menjadi salah satu agenda wisata andalan Kota Pangkalpinang tersebut mengangkat tema “Toleransi Budaya” dan akan berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu.

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung terselenggaranya festival, baik dari unsur pemerintah pusat dan daerah, dinas pariwisata, maupun berbagai kalangan masyarakat yang turut mengambil bagian dalam kegiatan itu.

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang luar biasa untuk memajukan pariwisata Kota Pangkalpinang,” ujar Prof. Saparudin.

Menjunjung Harmoni dalam Keberagaman

Pengawasan BBM Subsidi di Bangka Diperketat, Pertamina Gandeng BPH Migas dan Polisi Pastikan Tepat Sasaran

Menurutnya, pelaksanaan festival tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Pehcun yang dikenal dengan tradisi menegakkan telur. Dari sisi ilmiah, fenomena tersebut diyakini berkaitan dengan posisi gravitasi bumi yang membuat telur lebih mudah berdiri tegak dibandingkan pada hari-hari lainnya.

“Hari ini merupakan Hari Pehcun. Kita bersama-sama menyaksikan dan mencoba tradisi menegakkan telur di Pantai Pasir Padi. Terlepas dari berbagai pandangan, ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang patut kita lestarikan,” katanya.

Ia juga menyoroti penampilan beragam kelompok budaya yang turut meramaikan pembukaan festival. Atraksi budaya Tionghoa, Jawa, dan Melayu tampil berdampingan dalam suasana yang selaras, menjadi gambaran keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Festival ini mengangkat tema toleransi budaya. Bertepatan pula dengan bulan lahirnya Pancasila, kita ingin terus menegakkan semangat kebinekaan. Pangkalpinang merupakan kota yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi, baik dalam kehidupan beragama maupun keberagaman budaya,” ungkapnya.


Menggerakkan Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Tak Hanya Seremoni, PT TIMAH Wujudkan Kepedulian Lingkungan dengan Bersih Pantai Tambak Udang

Selain tradisi menegakkan telur, Festival Pasir Padi ke-7 turut menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik perhatian masyarakat, di antaranya colour run, lomba layang-layang, pertunjukan seni budaya, serta beragam aktivitas wisata dan hiburan lainnya yang berlangsung sepanjang tiga hari pelaksanaan.

Wali Kota yang akrab disapa Prof. Udin berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan pariwisata serta roda perekonomian warga.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Pantai Pasir Padi serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, meluncurkan aplikasi Tourist Information Center (TIC) sebagai inovasi layanan informasi wisata berbasis digital.

Melalui aplikasi itu, wisatawan dapat memperoleh berbagai informasi mengenai destinasi wisata, kuliner, akomodasi, hingga agenda kegiatan di Kota Pangkalpinang hanya dengan memindai barcode menggunakan telepon genggam.

PT TIMAH Konsisten Dukung UMKM, Produk Lokal Jadi Bagian dari Aktivitas Perusahaan

“Peluncuran aplikasi TIC ini merupakan upaya kami untuk memudahkan wisatawan dalam mengakses berbagai informasi pariwisata secara cepat dan praktis. Cukup menggunakan ponsel dan melakukan pemindaian barcode, seluruh informasi wisata dapat diakses,” kata Yan Rizana. (Rz)

Bagikan