BANGKA TENGAH – Aktivitas mencurigakan di sebuah gudang yang tertutup rapat di kawasan Dusun Sip Sam Fun, Desa Beluluk, Kabupaten Bangka Tengah, menimbulkan keresahan di tengah warga sekitar. Gudang yang berdiri di kawasan permukiman padat penduduk itu diduga menjadi lokasi penggorengan biji timah ilegal yang beroperasi hingga larut malam.
Berdasarkan penuturan warga Gang Naga RT 004, gudang tersebut dipagari panel beton setinggi kurang lebih lima meter tanpa papan nama perusahaan maupun identitas usaha yang jelas. Keadaan itu membuat aktivitas di dalam gudang semakin mengundang tanda tanya di kalangan masyarakat.
Tim investigasi awak media yang turun langsung ke lokasi pada siang hari mendapati sejumlah aktivitas mencolok di area gudang. Beberapa mobil truk bertutup terpal tampak silih berganti keluar masuk lokasi. Di sekitar gudang, terlihat pula kendaraan mewah yang terparkir. Dari celah bangunan, asap pekat tampak mengepul keluar disertai aroma menyengat menyerupai belerang.
Suara Malam yang Meresahkan
Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa terganggu dengan aktivitas yang berlangsung hampir setiap malam itu.
“Kalau malam suara musik dari dalam gudang sangat keras, aktivitasnya juga sampai tengah malam. Kami yang tinggal di sebelah gudang sangat terganggu,” ungkap seorang warga yang rumah kontrakannya hanya dipisahkan panel beton dari lokasi gudang.
Bukan hanya kebisingan yang menjadi keluhan warga, asap pekat yang terus keluar dari dalam gudang turut menimbulkan kekhawatiran. Aroma menyengat yang tercium diduga berasal dari proses pembakaran atau penggorengan biji timah ilegal yang dilakukan secara tertutup.
Tim investigasi kemudian melakukan konfirmasi kepada Ketua RT 004, Heru, yang rumahnya berjarak sekitar 15 meter dari lokasi gudang. Heru mengaku aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini tidak pernah ada laporan resmi mengenai kepemilikan maupun legalitas usaha kepada pihak RT setempat.
“Saya sendiri tidak tahu itu gudang milik siapa karena tidak pernah ada yang melapor. Tapi memang setiap hari sering keluar masuk truk tertutup terpal. Sore hari juga sering masuk mobil Triton. Soal suara musik dan aktivitas di dalam gudang, memang warga sudah ada yang mengadu kepada saya,” ujar Heru.
Harapan Akan Tindakan Tegas
Keberadaan gudang misterius di tengah kawasan permukiman itu kini menjadi sorotan serius masyarakat. Selain diduga merugikan negara dari sektor pajak dan tata niaga timah, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan warga sekitar.
Polusi udara dari asap berbau belerang dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan seperti ISPA, terutama bagi anak-anak dan para lansia yang tinggal di sekitar lokasi.
Atas temuan tersebut, tim investigasi awak media mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, serta Satgas Tri Cakti agar segera turun langsung melakukan penyelidikan terhadap aktivitas di gudang tersebut.
Masyarakat pun berharap aparat tidak menutup mata terhadap dugaan aktivitas ilegal yang berlangsung terang-terangan di tengah permukiman warga. Jika nantinya terbukti melanggar hukum, warga meminta agar pelaku segera ditindak tegas demi menjaga keselamatan lingkungan dan ketenteraman masyarakat sekitar. (Rz)






