
Dari Pencari Kerja Jadi Pengusaha, Pesan Dessy Ayutrisna untuk Peserta Pelatihan
PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mendorong para peserta pelatihan berbasis unit kompetensi agar tidak hanya menggantungkan harapan pada kesempatan bekerja di perusahaan, tetapi juga berani merintis usaha mandiri hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya ketika menutup Kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi melalui program “Pangkal Pinang Siap Kerja” yang berlangsung di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (29/10/2026).
Menurut Dessy, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan hendaknya menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Bukan semata-mata mencari pekerjaan, melainkan juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi melalui usaha yang dibangun sendiri.
Diharapkan mereka tidak hanya bekerja di industri sesuai bidangnya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi pelaku usaha, bahkan menjadi pemilik usaha yang bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.
Dari Pencari Kerja Menuju Pemilik Usaha
Dessy menuturkan, peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat daya saing masyarakat di tengah kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Namun, keberhasilan pelatihan tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan peserta memperoleh pekerjaan. Lebih dari itu, ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan wirausaha baru yang kelak dapat memberikan kesempatan kerja bagi orang lain.
Karena itu, para peserta diajak untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan, sehingga tidak selamanya berada pada posisi sebagai pencari kerja.
Mari bersama-sama kita membangun dari pencari kerja menjadi tenaga kerja yang kompeten, dari tenaga kerja kompeten menjadi pelaku usaha, dan dari pelaku usaha bisa membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Dessy menilai, tumbuhnya usaha-usaha baru di tengah masyarakat dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus membantu Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam upaya menekan angka pengangguran.

Baginya, masyarakat yang telah memiliki keterampilan diharapkan tidak hanya mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mempunyai kesempatan membangun usaha yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Kita tidak hanya menjadi karyawan saja, tetapi bagaimana kita juga bisa menjadi pemilik usaha. Itu juga sangat membantu pemerintah kota dalam mewujudkan visi dan misi mengurangi tingkat pengangguran,” katanya.
Tiga Keterampilan Membuka Peluang Usaha
Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga bidang pelatihan yang diberikan kepada peserta, yakni junior makeup artist, digital marketing, dan coffee roasting.
Ketiga bidang keterampilan itu dinilai memiliki peluang usaha yang cukup besar, seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, pertumbuhan kegiatan usaha, serta kemajuan teknologi digital.
Menurut Dessy, bidang coffee roasting memiliki peluang di tengah semakin banyaknya usaha kedai kopi. Sementara itu, digital marketing terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi dan meningkatnya aktivitas para pembuat konten digital.
Demikian pula keterampilan makeup artist yang dinilainya memiliki kebutuhan tersendiri di tengah masyarakat.
Dari ketiga program ini, semuanya memang sedang dibutuhkan. Coffee shop menjamur, digital marketing berkembang seiring kemajuan teknologi, konten kreator juga semakin banyak, begitu pula makeup artist yang sangat diperlukan,” ujar Dessy.
Melalui ketiga bidang tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan sesuai peluang yang tersedia, baik dengan memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Bekal Pelatihan untuk Memperkuat Daya Saing
Pada kesempatan yang sama, Dessy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan selama 14 hari.
Ia berharap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, melainkan dapat segera diterapkan sebagai bekal untuk mencari pekerjaan ataupun memulai usaha baru.
Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi seluruh peserta yang sudah mengikuti pelatihan selama 14 hari. Mudah-mudahan ilmu yang didapat ini menjadi bekal yang baik, baik untuk membuka usaha baru maupun mencari pekerjaan,” kata Dessy kepada awak media, Kamis (29/10/2026).
Dessy menjelaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga telah memberikan fasilitas bagi para pencari kerja melalui penyelenggaraan kegiatan job fair.
Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa kesempatan yang terbuka setelah mengikuti pelatihan tidak terbatas pada pekerjaan di perusahaan atau industri yang sesuai dengan bidang keterampilan masing-masing.
Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk membangun usaha sendiri, sehingga peluang memperoleh penghasilan tidak hanya bergantung pada tersedianya lowongan pekerjaan.
Kolaborasi Memperluas Kesempatan Kerja
Dalam pelaksanaan program pelatihan tersebut, Dessy menyampaikan bahwa kegiatan mendapat dukungan dari berbagai sumber pembiayaan dan lembaga, di antaranya Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi, pemerintah pusat, serta BPTKMI.
Menurutnya, kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja dan memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan,” ujarnya.
Dessy turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pangkalpinang beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui kerja sama yang telah terjalin, ia berharap upaya peningkatan keterampilan masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menaruh Harapan pada Pelatihan Tahun 2027
Menjelang akhir kegiatan, Dessy menyampaikan harapannya agar program pelatihan berbasis unit kompetensi dapat kembali diselenggarakan pada 2027.
Ia menginginkan kegiatan tersebut dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan dukungan anggaran yang lebih besar, sehingga kesempatan masyarakat memperoleh bekal keterampilan semakin terbuka.
Kepada Disnaker, mudah-mudahan tahun 2027 kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi dengan peserta yang lebih banyak dan anggaran yang lebih besar,” harapnya.
Dessy juga berpesan agar seluruh peserta tidak menyia-nyiakan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Bekal tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mengambil peluang yang tersedia, baik dengan memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.
Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan kemampuan peserta, tetapi juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya. (Rz)












