
Bantu Anak Kembali Bersekolah, PT TIMAH Salurkan 210 Paket Seragam di Dusun Serdang

BANGKA SELATAN – Kebakaran yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menyisakan persoalan bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah. Di tengah upaya keluarga menata kembali kehidupan, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam pemulihan pascabencana.
PT TIMAH (Persero) Tbk menyalurkan 210 paket seragam dan perlengkapan sekolah pada Kamis (15/10/2026), untuk membantu anak-anak terdampak melanjutkan kegiatan belajar.
Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, alat tulis, serta kebutuhan sekolah lainnya bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.
Musibah kebakaran yang terjadi pada 10 Oktober 2026 itu tidak hanya menghanguskan tempat tinggal warga, tetapi juga berbagai kebutuhan pribadi, termasuk pakaian dan perlengkapan pendidikan anak-anak.
Kehilangan Seluruh Perlengkapan Sekolah
Salah satu penerima bantuan, Darmi Susanti (34), mengaku tidak menyangka api akan menjalar hingga menghanguskan tempat tinggal keluarganya.
Saat kejadian, Darmi tidak sempat menyelamatkan banyak barang, termasuk perlengkapan sekolah milik anaknya, Adrian, yang merupakan siswa TK KB Muhajirin.
Menurut Darmi, bantuan seragam dan sepatu sangat berarti karena keluarganya harus kembali memenuhi berbagai kebutuhan dari awal setelah kehilangan harta benda akibat kebakaran.
Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, termasuk peralatan sekolah anak-anak semuanya terbakar. Alhamdulillah anak-anak dapat sepatu dan seragam dari PT TIMAH,” ujar Darmi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban keluarga sekaligus membantu Adrian kembali mengikuti kegiatan belajar.
Dinas Pendidikan Dorong Anak-anak Kembali Bersekolah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengapresiasi bantuan yang diberikan PT Timah kepada para pelajar terdampak.
Menurutnya, 210 paket bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.
Perlengkapan yang disalurkan, antara lain sepatu, seragam pramuka, dan alat tulis, dinilai sesuai dengan kebutuhan para pelajar setelah kehilangan barang-barang sekolah akibat kebakaran.
Anshori menjelaskan, pemulihan anak-anak tidak cukup hanya melalui penyediaan perlengkapan pendidikan. Kondisi psikologis mereka juga membutuhkan perhatian setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan ketakutan dan kesedihan.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan turut mengupayakan pendampingan psikologis atau trauma healing.
Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari PT Timah yang telah menghadirkan layanan pendampingan psikologis bagi warga terdampak, termasuk anak-anak.
Empat Hari Tak Sekolah, Wenda Ingin Kembali Belajar
Harapan untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan juga disampaikan Wenda, siswi kelas II SMP Negeri 2 Simpang Rimba.
Wenda mengaku kehilangan seluruh perlengkapan sekolah akibat kebakaran. Saat peristiwa terjadi, dirinya sedang berada di luar rumah, sementara orang tuanya berada di lokasi.
Setelah empat hari tidak mengikuti kegiatan belajar, Wenda berharap dapat segera kembali ke sekolah meskipun masih merasakan kesedihan akibat musibah tersebut.
Alat-alat sekolah semuanya terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan. Waktu kejadian saya lagi di luar hanya ada orang tua. Sedih juga sudah 4 hari ini enggak sekolah,” ungkap Wenda.
Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah yang diterima dari PT Timah memberikan semangat tambahan untuk kembali belajar.
Bagi anak-anak korban kebakaran Dusun Serdang, pemulihan bukan sekadar memperoleh kembali barang-barang yang hilang. Kesempatan melanjutkan pendidikan dan kembali menjalani rutinitas juga menjadi bagian penting dari proses bangkit setelah bencana.
Dukungan dari pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai pihak diharapkan dapat membantu para pelajar kembali bersekolah tanpa harus menunggu seluruh kondisi keluarga mereka pulih sepenuhnya. (*)








