BANGKA – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bangka bukan lagi kejadian sesekali. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, api telah muncul di lebih dari 200 titik dan menghanguskan sekitar 300 hektare lahan.
Situasinya makin serius karena laporan kebakaran terus berdatangan. Di tengah cuaca panas dan vegetasi yang mengering, petugas juga harus berjibaku dengan keterbatasan armada dan sulitnya menjangkau sejumlah titik api.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan laporan kebakaran lahan nyaris diterima setiap hari.
“Dari Januari sampai sekarang (Agustus), sudah lebih dari 200 titik dan luasan yang terbakar sekitar 300 hektare terkena Karhutla,” kata Suherman, Rabu (12/8/2026).
Diduga Banyak Berawal dari Pembakaran Lahan
Di balik tingginya angka kebakaran, aktivitas manusia menjadi salah satu yang disorot. Menurut Suherman, sebagian besar kejadian diduga berkaitan dengan masyarakat yang sengaja membakar lahan untuk membuka maupun membersihkan kebun.
Cara yang dianggap praktis itu kini menjadi ancaman serius. Saat cuaca panas bertemu semak dan vegetasi kering, api kecil bisa dengan cepat menjalar ke area yang lebih luas.
Kondisi inilah yang membuat upaya pencegahan menjadi penting. Sebab ketika api sudah masuk jauh ke kawasan hutan, proses pemadaman jauh lebih sulit.



