PANGKALPINANG – Raungan mesin memecah udara kawasan Sirkuit N.P Jembatan Emas, Kuala, saat ratusan pembalap bergantian melesat di lintasan lurus 201 meter pada Kejuaraan Drag Bike dan Drag Race Mobil Championship, Sabtu-Minggu (25–26/7/2026). Ribuan penonton yang memadati sisi lintasan menjadi bukti bahwa gairah olahraga otomotif di Bangka Belitung masih menyala, sekaligus mengukuhkan kejuaraan dalam rangka Milad ke-28 Partai Bulan Bintang (PBB) itu sebagai salah satu pesta balap terbesar di daerah tahun ini.
Kejuaraan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian perayaan Milad ke-28 PBB, setelah sebelumnya sukses menggelar kejuaraan grasstrack di Kabupaten Belitung. Kesuksesan dua ajang tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali dunia otomotif di Negeri Serumpun Sebalai sekaligus menghadirkan ruang kompetisi yang sehat bagi para pembalap daerah.
Yuri Kemal: Otomotif Harus Kembali Bergairah
Penjabat Ketua Umum DPP PBB, Yuri Kemal Fadlullah, mengatakan rangkaian Milad tahun ini sengaja dikemas melalui berbagai kegiatan olahraga otomotif sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat sekaligus menjawab tingginya antusiasme pecinta balap di Bangka Belitung.
“Pra-milad kami awali dengan grasstrack di Belitung. Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, sekitar 22 hingga 23 ribu orang hadir dalam kegiatan tersebut,” kata Yuri kepada wartawan.

Penjabat Ketua Umum DPP PBB Yuri Kemal Fadlullah saat memberikan keterangan kepada awak media di sela Kejuaraan Drag Bike Milad ke-28 PBB.
Menurut Yuri, tingginya minat masyarakat menjadi alasan PBB terus menghadirkan event otomotif di Bangka Belitung. Bahkan, ia menilai daerah ini mulai diperhitungkan sebagai salah satu barometer penyelenggaraan grasstrack di Indonesia.
“Kami melihat animo masyarakat Bangka Belitung terhadap balap sangat besar. Karena itu kami ingin menggeliatkan kembali dunia otomotif di daerah ini. Bahkan Bangka Belitung kini mulai menjadi salah satu barometer penyelenggaraan grasstrack,” ujarnya.
Ia menegaskan kejuaraan tersebut bukan sekadar menghadirkan hadiah maupun hiburan, tetapi merupakan bagian dari sumbangsih PBB kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberi ruang bagi olahraga, kreativitas, dan kebersamaan.
“Ini bukan untuk menghambur-hamburkan uang, tetapi bagian dari sumbangsih kepada masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari transformasi Partai Bulan Bintang ke depan. Kami ingin serius membangun partai dan mengembalikan PBB ke parlemen di Senayan,” katanya.
PBB Buka Ruang Pembinaan Pembalap Daerah
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PBB H. Kasbiransyah, S.E.I., M.H., mengatakan penyelenggaraan drag bike dan drag race merupakan bentuk komitmen PBB dalam menghadirkan hiburan yang sehat sekaligus membuka ruang bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan bakat melalui kompetisi resmi.
“Drag race ini masih merupakan rangkaian Milad PBB yang ke-28. Kenapa dilaksanakan di Kota Pangkalpinang? Karena kami membagi dua kegiatan. Yang pertama sudah dilaksanakan, yaitu grass track beberapa minggu yang lalu. Kemudian untuk drag race ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 dan 26 Juli. Ada drag race mobil dan juga drag bike,” ujar Kasbiransyah.

Penjabat Ketua Umum DPP PBB Yuri Kemal Fadlullah bersama Wakil Ketua Umum DPP PBB H. Kasbiransyah, S.E.I., M.H., Bendahara Umum DPP PBB Ali Reza Mahendra, dan tamu undangan menyaksikan Kejuaraan Drag Bike dan Drag Race Mobil Championship Milad ke-28 PBB di Sirkuit N.P Jembatan Emas, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat selama dua hari pelaksanaan menunjukkan olahraga otomotif masih memiliki basis penggemar yang kuat di Bangka Belitung. Karena itu, PBB berharap event serupa dapat terus menjadi wadah lahirnya pembalap-pembalap berbakat dari daerah.
Ribuan Penonton Hidupkan Atmosfer Sirkuit
Selama dua hari pelaksanaan, para pembalap dari berbagai daerah tampil memperebutkan gelar juara di sejumlah kelas yang dipertandingkan. Sorak sorai penonton yang memenuhi area sirkuit menambah semarak jalannya perlombaan, sementara masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian kejuaraan secara gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk.
Selain menyuguhkan persaingan sengit di lintasan 201 meter, kejuaraan ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan Jembatan Emas. Kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan aktivitas pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor jasa yang ikut merasakan manfaat dari ramainya penyelenggaraan event.
Melalui rangkaian Milad ke-28 ini, PBB ingin menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru di dunia otomotif. Di tengah riuhnya suara mesin dan semangat para pembalap, kejuaraan ini menjadi penanda bahwa gairah balap di Bangka Belitung terus hidup dan memiliki potensi untuk berkembang lebih besar di masa mendatang. (Rz)





