
SMSI Babel Goes to Campus, Mahasiswa Diajak Cermat Memahami Kripto dan Risiko Investasi

PANGKALPINANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperluas perannya sebagai organisasi perusahaan pers dengan menghadirkan edukasi literasi digital bagi pelajar dan mahasiswa. Langkah ini diwujudkan melalui program SMSI Go to School dan SMSI Go to Campus yang disiapkan untuk semakin diperkuat pada 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal SMSI Bangka Belitung, Abu Bakar Usman, dalam kegiatan SMSI Bangka Belitung Goes to Campus bertajuk “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan” yang berlangsung di Auditorium Sofyan Tsauri, Universitas Muhammadiyah, Selasa (20/10/2026).
Peran Pers dalam Mencerdaskan Generasi
Abu Bakar menyampaikan bahwa tanggung jawab perusahaan pers tidak berhenti pada kegiatan memproduksi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Lebih dari itu, organisasi media turut memikul tanggung jawab untuk memberikan edukasi, terutama kepada generasi muda agar mampu memahami perkembangan informasi dan teknologi digital.
“Perkumpulan pemilik media siber ini bukan semata-mata bertugas memublikasikan pemberitaan dan menyampaikan informasi kepada khalayak. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada adik-adik mahasiswa,” ujarnya.
Membawa Ilmu dari Sekolah hingga Kampus
Sebagai wujud dari tanggung jawab tersebut, SMSI Bangka Belitung telah menyiapkan sejumlah program edukasi yang akan menjangkau lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
Melalui SMSI Go to School, organisasi ini berencana mendatangi SMA dan SMK di berbagai wilayah Bangka Belitung. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada para pelajar dalam mempersiapkan masa depan mereka.
Sementara melalui SMSI Go to Campus, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menimba pengetahuan dari teori yang disampaikan, melainkan turut memperoleh pengalaman melalui kegiatan praktik secara langsung di lapangan.
“Pada 2027, akan ada banyak program di lapangan. Kita tidak hanya berbicara teori, tetapi juga langsung praktik,” kata Abu Bakar.

Memahami Kripto, Mengenali Risiko Investasi
Dalam kesempatan yang sama, Abu Bakar turut mengingatkan pentingnya membekali diri dengan pengetahuan di tengah perkembangan ekonomi digital, termasuk dalam memahami aset kripto.
Menurutnya, dunia investasi digital menuntut pemahaman yang baik mengenai mekanisme transaksi, ketentuan regulasi, serta berbagai risiko yang menyertainya.
Edukasi semacam ini dinilai penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjerumus ke dalam investasi ilegal ataupun tergiur oleh penawaran keuntungan yang menjanjikan hasil tanpa risiko.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka adalah M. Nizam, Asisten Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen; Vincent Salaka, Head of Marketing OSL Indonesia; serta M. Berlansyah, Founder DigiCoreTech.
Abu Bakar menegaskan bahwa kehadiran OSL Indonesia dalam kegiatan tersebut bukanlah untuk menawarkan produk kepada peserta. Kehadirannya ditujukan untuk memberikan edukasi mengenai dunia kripto dan perkembangan ekonomi digital.
“Kami mendatangkan pihak yang kompeten agar kita memahami seperti apa dunia kripto dan ekonomi digital. Jangan sampai menjadi pelaku investasi, tetapi tidak memahami regulasi, sehingga akhirnya terjebak investasi bodong,” ujarnya.
Merajut Kerja Sama, Menyiapkan Generasi Bijaksana
Abu Bakar berharap kegiatan ini menjadi langkah pembuka bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara SMSI, perguruan tinggi, dan berbagai pihak dalam meningkatkan literasi digital di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua SMSI Bangka Belitung yang berhalangan hadir lantaran memiliki agenda pertemuan lain.
Ia pun mengajak para mahasiswa untuk senantiasa menjaga semangat belajar serta mengambil bagian dalam berbagai program edukasi yang kelak dilaksanakan SMSI.
Melalui ikhtiar tersebut, SMSI Bangka Belitung berharap para pelajar dan mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi digital, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang mampu berpikir kritis, memahami risiko teknologi keuangan, serta mengambil keputusan dengan bijaksana di tengah derasnya perkembangan ekonomi digital. (Rz)








