PANGKALPINANG – Suasana penuh keceriaan mewarnai Pentas Seni dan Pelepasan Kelompok B TK Griya Bermain Pangkalpinang yang mengusung tema Festival Ceria Anak Muslim Hebat, Bahagia dan Penuh Makna, di Gedung Cendana, Rabu (3/6/2026).
Beragam penampilan seni yang dibawakan para siswa berhasil memukau para orang tua serta tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
Bunda PAUD Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, S.E., mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak selama menempuh pendidikan di TK Griya Bermain.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta kreativitas anak sejak usia dini.
“Hari ini kita melihat perkembangan luar biasa anak-anak. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kreatif, dan percaya diri selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Saya kagum dengan konsep pembelajaran di TK Griya Bermain yang tidak hanya mengajarkan calistung, tetapi juga mengenalkan anak pada lingkungan, mengenal diri sendiri, dan menghargai orang tua,” ujarnya.
Menanamkan Bekal Sejak Usia Dini
Bunda Susanti juga mengapresiasi perjalanan TK Griya Bermain yang berdiri sejak tahun 2011. Ia menyebut sekolah tersebut terus berkembang, dari yang awalnya hanya memiliki lima peserta didik hingga kini semakin dipercaya masyarakat.
Ia berharap jumlah siswa di TK Griya Bermain terus bertambah seiring dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak. Selain itu, ia berpesan agar nilai-nilai agama terus ditanamkan sejak dini sebagai bekal penting dalam menjalani kehidupan.
“Harapannya anak-anak ini ketika melanjutkan ke jenjang berikutnya menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam berpikir, menjadi anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua. Nilai-nilai agama harus terus ditanamkan sejak dini,” katanya.
Ia mengaku senang melihat semangat dan kepolosan anak-anak yang tampil penuh percaya diri di atas panggung. Menurutnya, rasa percaya diri dan kreativitas yang ditunjukkan merupakan modal penting untuk menghadapi masa depan.
“Teruslah percaya diri, jangan takut salah. Dari kesalahan kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan kelak mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang,” pesannya kepada para siswa.
Buah Kerja Sama Sekolah dan Orang Tua
Bunda Susanti juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendampingi dan membimbing anak-anak selama proses belajar. Menurutnya, peran guru sangat besar dalam membantu anak mengenali potensi diri, memahami lingkungan sekitar, serta menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada orang tua.
Ucapan terima kasih turut disampaikannya kepada para orang tua yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka.
“Anak-anak yang dulu mungkin menangis saat pertama kali diantar ke sekolah, kini sudah mampu melangkah sendiri dengan penuh percaya diri. Ini tentu berkat kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.
Bunda Susanti menegaskan bahwa kegiatan pelepasan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan anak-anak, melainkan awal untuk mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Semoga pertemuan hari ini bukan menjadi perpisahan, tetapi menjadi langkah awal untuk mengantarkan anak-anak meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Rz)






