BELITUNG – Sebanyak 25 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Belitung Pusat Madiun resmi menyandang status sebagai Warga Tingkat I dalam Prosesi Pengesahan Warga Tingkat I Tahun 2026 M/1448 H yang berlangsung di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Baktiku untuk Kejayaan SH Terate” itu berlangsung dengan khidmat dan dihadiri keluarga besar PSHT beserta para tamu undangan dari berbagai unsur.
Prosesi pembukaan berjalan tertib dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan mukadimah, doa, serta doa selamat sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian pengesahan. Suasana penuh kekeluargaan terasa menyelimuti jalannya kegiatan yang menjadi tonggak penting bagi para siswa setelah menempuh perjalanan latihan yang panjang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Dewan Cabang PSHT Belitung Budi Hartono, Ketua Cabang PSHT Belitung Agus Handoko, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Edi Usdianto, perwakilan IPSI, Paguyuban Jawa, Lanal, para orang tua calon warga, serta ratusan tamu undangan lainnya yang turut memberikan dukungan dan doa.
Amanat dari Pusat Menjadi Pedoman
Dalam prosesi tersebut turut disampaikan amanat dari Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas Drs. H. R. Moerdjoko H.W., serta Ketua Dewan Pusat PSHT Madiun, Kangmas H. Issoebiantoro, S.H. Arahan tersebut dibacakan oleh Tim Dewan Pengesahan PSHT Pusat Madiun, yakni Kangmas Fatoni dan Kangmas Jono Dwi Utomo.
Selain menyampaikan amanat, kedua utusan dari Pusat Madiun itu juga memimpin secara langsung prosesi pengesahan terhadap 25 calon warga PSHT Cabang Belitung Pusat Madiun hingga seluruh tahapan berjalan sesuai tata cara organisasi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui Tahapan Latihan Bertingkat
Ketua Cabang PSHT Belitung, Agus Handoko, mengatakan bahwa seluruh siswa yang disahkan telah memenuhi setiap persyaratan yang ditetapkan organisasi. Mereka dinilai berhasil menyelesaikan seluruh jenjang latihan hingga berhak mengikuti prosesi pengesahan sebagai Warga Tingkat I.
Dari total 25 peserta yang disahkan, sebanyak sembilan orang merupakan perempuan, sedangkan 16 lainnya adalah laki-laki.
“Ke-25 siswa ini telah melalui seluruh tahapan latihan, mulai dari sabuk polos, jambon, hijau, putih hingga akhirnya memenuhi syarat untuk mengikuti pengesahan sebagai Warga Tingkat I,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa prosesi yang disaksikan para tamu undangan merupakan bagian dari upacara resmi organisasi. Sementara itu, prosesi ritual pengesahan dilaksanakan secara tertutup sebagai bagian dari tradisi PSHT dan dipimpin langsung oleh Tim Dewan Pengesahan dari Pusat Madiun.
Menurutnya, setiap siswa membutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam menjalani proses pembinaan sebelum mencapai tahap pengesahan. Umumnya, perjalanan tersebut ditempuh selama kurang lebih dua tahun melalui latihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
Selama masa pembinaan, para siswa tidak hanya ditempa dalam kemampuan bela diri, tetapi juga dibimbing agar memiliki kekuatan mental, kedewasaan spiritual, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan yang menjadi landasan utama ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate.
“Rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua tahun berlatih, baik fisik maupun rohani. Setelah angkatan ini disahkan, pembinaan akan terus berlanjut bagi adik-adik yang saat ini masih menjalani proses latihan hingga nantinya siap mengikuti pengesahan berikutnya,” katanya.
Menjaga Warisan Persaudaraan
Tradisi pengesahan Warga Tingkat I yang berakar dari Madiun, Jawa Timur, menjadi puncak perjalanan seorang siswa sebelum resmi diterima sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate. Momen tersebut tidak semata menjadi pengakuan atas kemampuan dalam bidang bela diri, melainkan juga menjadi ikrar moral untuk memegang teguh nilai persaudaraan, menjunjung budi pekerti luhur, serta mengamalkan ajaran organisasi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui prosesi itu pula diharapkan setiap warga baru mampu membawa nama baik organisasi, menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial, serta terus menumbuhkan semangat persaudaraan yang telah menjadi jati diri PSHT sejak awal berdirinya.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah yang diikuti pengurus, warga PSHT, keluarga peserta, serta para tamu undangan. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana penuh keakraban menjadi penutup yang menambah erat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate. (Rz)





