PANGKALPINANG – Upaya mendorong pengayaan dan pengembangan literasi bagi masyarakat sejak dini di Negeri Serumpun Sebalai terus digiatkan oleh Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani.
Ihwal itu tampak ketika Noni Hidayat menerima kunjungan jajaran Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pangkalpinang di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Rabu (3/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Noni Hidayat menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana LPKA Pangkalpinang untuk menerbitkan buku pantun berbahasa Bangka yang merupakan karya anak-anak binaan LPKA Pangkalpinang.
Dukungan itu semakin nyata setelah Noni Hidayat menyatakan kesediaannya untuk mengisi sekapur sirih dalam buku pantun karya anak binaan LPKA Pangkalpinang yang direncanakan terbit pada Juli 2026 mendatang.
“LPKA Pangkalpinang meminta saya, selaku Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Babel, mengisi sekapur sirih buku itu dan saya nyatakan bersedia,” ungkap Noni Hidayat.
“Ini merupakan perwujudan upaya pengayaan dan pengembangan literasi bagi masyarakat sejak dini di Babel. Untuk perilisannya, akan dilakukan di bulan Juli 2026, bersama anak-anak binaan LPKA Pangkalpinang,” sambungnya.
Harapan Menjangkau Pelajar
Sementara itu, Kepala LPKA Pangkalpinang, Simamora, berharap buku tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembaca, terutama kalangan pelajar.
“Setelah buku itu terbit, kami juga minta bantuan ke Ibu Noni, selaku Bunda Literasi, untuk memberikan semacam imbauan agar buku itu bisa diletakkan di setiap perpustakaan sekolah di Kota Pangkalpinang,” ungkap Simamora.
“Tujuannya, supaya buku itu bisa dibaca dan digunakan sebagai referensi oleh siswa siswi sekolah yang ada di Kota Pangkalpinang,” sambungnya.

Membina Keterampilan dan Kemandirian
Lebih lanjut, Simamora menerangkan bahwa selain pengayaan literasi, anak-anak binaan LPKA Pangkalpinang juga memperoleh berbagai keterampilan, mulai dari mengolah sampah menjadi kerajinan, budidaya ikan dengan sistem bioflok, hingga hidroponik.
“Program-program ini diadakan dengan tujuan untuk membentuk kemandirian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anak-anak binaan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
“Contohnya, anak-anak binaan diajarkan mengolah sampah menjadi berbagai produk kerajinan, seperti gantungan kunci dan asbak. Contoh lainnya, yaitu budidaya ikan dengan sistem bioflok dan keterampilan hidroponik,” sambungnya.
Simamora juga berharap produk-produk kerajinan hasil karya anak binaan LPKA Pangkalpinang kelak dapat memiliki nilai jual.
“Untuk mewujudkan harapan itu, kami terus bersinergi dengan instansi atau lembaga terkait, seperti Pemerintah Provinsi Babel dan Pemerintah Kota Pangkalpinang,” tutupnya.
Di penghujung kunjungan tersebut, Noni Hidayat menerima suvenir berupa asbak dan gantungan kunci yang merupakan hasil kreativitas anak binaan LPKA Pangkalpinang. (Rz)






