Dari Dapur ke Edukasi! TP PKK Diajarkan B2SA dan Olahan Pangan Lokal

Tak Sekadar Memasak, TP PKK Dibekali Ilmu B2SA dan Olahan Pangan Lokal. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)
Tak Sekadar Memasak, TP PKK Dibekali Ilmu B2SA dan Olahan Pangan Lokal. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)

Pangkalpinang, lawangpos.com – Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin, S.E., membuka kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) serta Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal bagi Dasawisma dan keluarga tahun 2026 di Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, terhadap pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Ibu sebagai Penentu Gizi Keluarga

Dalam arahannya, Susanti Saparudin menegaskan bahwa peran ibu sangat menentukan kualitas gizi dalam keluarga. Ia berharap para peserta tidak hanya memahami konsep B2SA, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di rumah tangga masing-masing.

โ€œIbu-ibu ini kunci di keluarga. Jadi harus benar-benar paham bagaimana menyusun makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, termasuk dalam menentukan porsi yang tepat,โ€ katanya.

Hidayat Arsani Turun ke Sawah Pimpin Penanaman Padi, Ketahanan Pangan Desa Adhyaksa 2026 Digeber di Namang

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin menyampaikan B2SA Jadi Fokus, TP PKK Pelajari Olahan Pangan Lokal yang Sehat dan Bergizi. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Hj. Susanti Saparudin menyampaikan B2SA Jadi Fokus, TP PKK Pelajari Olahan Pangan Lokal yang Sehat dan Bergizi. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)

Ia juga mengingatkan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pengolahan pangan lokal.

โ€œPerhatikan setiap materi yang diberikan, mulai dari teori sampai praktik. Termasuk saat praktik pembuatan mocaf, ini penting karena bisa jadi alternatif bahan pangan yang lebih sehat dan bernilai ekonomi,โ€ ujarnya.


Peluang Ekonomi dari Pangan Lokal

Lebih jauh, Susanti menilai bahwa pelatihan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga apabila dikelola dengan baik.

โ€œKalau ini ditekuni, bukan hanya keluarga yang sehat, tapi juga bisa menambah penghasilan. Pangan lokal kita banyak, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan kreatif,โ€ bebernya.

Apel Dipimpin Gubernur Hidayat Arsani, Dukungan ASN dan Masyarakat Babel Diapresiasi

Ia pun berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan semata, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

โ€œSetelah pulang dari sini, jangan berhenti. Harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari supaya ketahanan pangan keluarga bisa terwujud,โ€ tegasnya.

TP PKK Naik Level, Dapat Pembekalan B2SA dan Inovasi Olahan Pangan Lokal. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)

TP PKK Naik Level, Dapat Pembekalan B2SA dan Inovasi Olahan Pangan Lokal. (Foto: doc. Humas Diskominfo Pkp)


Edukasi Berkelanjutan untuk Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan B2SA yang difokuskan pada edukasi masyarakat, khususnya kelompok dasawisma.

โ€œPeserta terdiri dari TP PKK kelurahan dan kecamatan se-Kota Pangkalpinang. Pelatihan kita bagi dua sesi dalam satu hari, dengan materi teori dan praktik agar lebih mudah dipahami,โ€ tuturnya.

Penghargaan Bergengsi! Gubernur Hidayat Arsani Bawa Provinsi Babel Raih Predikat Terbaik lewat Film Pendek Jaga Desa 2026

Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan, serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan pentingnya konsumsi pangan lokal yang sehat dan bergizi di lingkungan masing-masing. (Rz)

Bagikan