Bangka Barat – Komitmen dalam meningkatkan literasi kebencanaan terus digiatkan PT TIMAH (Persero) Tbk dengan menghadirkan edukasi bahaya kebakaran bagi siswa TK Stannia, guru, serta orang tua.
Melalui Tim Pemadam Kebakaran (Fire Fighter), perusahaan memberikan pembelajaran interaktif yang berlangsung di lapangan bola Division Processing and Refinery, Mentok, pada Senin (20/4/2026) pagi.
Menanamkan Kesadaran Sejak Usia Dini
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran mitigasi risiko kebakaran sejak dini, dengan pendekatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta diperkenalkan dengan potensi bahaya api, cara pencegahan kebakaran, hingga simulasi sederhana teknik memadamkan api.
Salah satu siswa, Athaya (5), mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut dan merasa senang dapat belajar sambil bermain bersama tim pemadam kebakaran.
โSenang, diajar memadamkan api, naik mobil pemadam, dan main air bersama teman-teman,โ katanya.
Sementara itu, Nadila (5) juga mengungkapkan rasa percaya dirinya meningkat setelah mengikuti simulasi.
โSekarang jadi tidak takut lagi dengan api setelah diajar tadi,โ jelasnya.

Perkuat edukasi kebencanaan, PT TIMAH Tbk kenalkan bahaya kebakaran sejak dini kepada Siswa TK Stannia. (Foto: doc. Humas PT Timah Tbk)
Apresiasi dan Harapan Kolaborasi Berkelanjutan
Kepala TK Stannia, Suparningsih, menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi tersebut yang dinilai memberikan manfaat bagi siswa, guru, maupun orang tua.
โKegiatan ini sangat mendukung, karena anak-anak baru pertama kali mengenal bahaya kebakaran dan cara menanggulanginya. Orang tua juga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,โ ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.
โKami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut ke depan,โ tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, Solihati, yang menilai edukasi ini penting dalam membangun kesadaran sejak dini.
โAnak-anak jadi mengenal bahaya api, tidak panik saat terjadi kebakaran, dan punya pengetahuan dasar untuk penanganan awal,โ tandasnya. (Rz)






