BANGKA TENGAH – Suasana yang berbeda mewarnai rangkaian kegiatan Penanaman Mangrove dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Desa Bhaskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (5/6/2026).
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani bersama Ketua TP PKK, Noni Hidayat Arsani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), memilih menggunakan sepeda motor menuju lokasi penanaman mangrove yang berada di kawasan pesisir desa tersebut.
Sebelum tiba di lokasi penanaman, rombongan Gubernur Hidayat bersama Ketua TP PKK menarik perhatian warga saat melintasi perjalanan dari Kantor Gubernur di Pangkalpinang menuju Desa Namang hingga kawasan perkebunan masyarakat.
Kehadiran Gubernur dan Ketua TP PKK Babel yang membaur bersama masyarakat pada pagi itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Momen tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus melihat secara langsung kondisi wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan program pelestarian lingkungan.
Menyusuri Jalan Menuju Pesisir
Ketua TP PKK Noni Hidayat Arsani tampak antusias mengikuti perjalanan menuju lokasi bersama para peserta kegiatan.
Kehadirannya menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat, kader PKK, pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai elemen lainnya.
Perjalanan menggunakan sepeda motor juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ruh dari gerakan PKK.
Tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat. Seluruh peserta bergerak bersama menuju satu tujuan, yakni menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir melalui penanaman mangrove.

Menanam Harapan untuk Kelestarian Alam
Setibanya di lokasi, Gubernur Hidayat Arsani, Noni Hidayat Arsani serta unsur Forkopimda langsung mengikuti kegiatan penanaman mangrove bersama masyarakat.
“Hari ini, kami bersama ibu Noni, jajaran Forkopimda dan para kepala OPD, ke lokasi penanaman mangrove di Baskara Bhakti menggunakan motor, tujuannya efisiensi dan menghemat penggunaan BBM, sebagai tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat,” terang Gubernur Hidayat.
Kegiatan penanaman mangrove, kata dia, menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Mangrove jadi salah satu penopang kehidupan masyarakat pesisir dan aset penting bagi keberlanjutan lingkungan serta pariwisata daerah, serta menjadi habitat sejumlah flora dan fauna,” ucapnya.
“Mari jaga pohon-pohon mangrove yang sudah ditanam, terus dirawat dan dipelihara agar bermanfaat nyata bagi masyarakat,” ajaknya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Babel bersama TP PKK tidak hanya mengajak masyarakat untuk menanam mangrove, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang. (Rz)






