PANGKALPINANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengambil langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan setiap program kerja memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, tetapi juga instansi vertikal yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pemberdayaan keluarga.
Langkah awal dimulai melalui audiensi bersama sejumlah instansi terkait yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Babel, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat, itu dihadiri jajaran pengurus TP PKK Babel, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ari Primajaya, Pengendali Ekosistem Hutan DLHK Dwi Eva Kustianingrum, serta Katim Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Babel, Utiwi Dardini.
Menyatukan Langkah untuk Program yang Tepat Sasaran
Noni Hidayat mengatakan, tujuan utama audiensi tersebut adalah menyelaraskan arah gerak TP PKK dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) OPD maupun instansi vertikal, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), BKKBN Perwakilan Babel, serta Dinas Koperasi dan UMKM.
“Setiap program PKK memiliki irisan langsung dengan kerja teknis OPD, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan. Sehingga Program Pokok PKK diharapkan tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan manfaatnya langsung dirasakan keluarga di 7 kabupaten/kota,” ujar Noni.
Menurutnya, sinergi yang terbangun akan memperkuat pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Rencana Aksi di Bidang Lingkungan, Kesehatan, dan Ekonomi
Dalam kolaborasi tersebut, TP PKK Babel bersama sejumlah instansi terkait menyusun berbagai rencana aksi di sejumlah bidang strategis.
Pada bidang pelestarian lingkungan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK, TP PKK Babel bersama DLHK dan komunitas akan menanam 1.000 mangrove di Desa Baskara Bakti pada 5 Juni 2026. PKK melalui Dasawisma akan menggerakkan kader hingga tingkat RT, sementara DLHK menyiapkan dukungan teknis dan pendampingan.
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, TP PKK Babel bersama BKKBN melanjutkan Perjanjian Kerja Sama dengan fokus pada pengentasan stunting, penyediaan air bersih, rumah layak huni, serta menyukseskan program Mitra Genting. BKKBN akan menyediakan data yang valid, sedangkan kader PKK bergerak mendampingi keluarga yang berisiko.
Sementara itu, pada bidang penguatan ekonomi, kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha mikro keluarga melalui pelatihan keterampilan, penguatan manajemen usaha, legalitas Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), hingga perluasan akses pasar bagi produk binaan.
Kolaborasi untuk Menjangkau Seluruh Keluarga
Menutup audiensi tersebut, Noni Hidayat menegaskan bahwa OPD dan instansi vertikal bukan sekadar pendukung, melainkan mitra utama yang bergerak bersama PKK di lapangan.
Dengan kolaborasi yang semakin erat, Noni optimistis target Indonesia Emas 2045, terwujudnya keluarga berkualitas, serta Bangka Belitung yang sejahtera dapat dicapai secara lebih efektif.
“Kita kejar dari pintu ke pintu. Bersama OPD dan Instansi Vertikal, kita pastikan tidak ada keluarga yang tertinggal,” pungkas Noni. (Rz)






