PANGKALPINANG – Kehadiran Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Zulfikar Ahmad Tawalla, di Pangkalpinang disambut Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah usulan terkait pengembangan tenaga kerja dan pekerja migran disampaikan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Salah satunya mengenai program bantuan kompetensi tenaga kerja dari pemerintah pusat dengan kuota mencapai 40 ribu peserta secara nasional.
“Beliau menyampaikan ada bantuan kompetensi tenaga kerja, kuotanya sebanyak empat puluh ribu se-Indonesia. Nah, ini yang harus kita siapkan nanti. Terkait teknis-teknisnya nanti akan berkoordinasi dengan kementerian dan balai juga,” ujar Dessy.
Selain itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengusulkan dukungan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesiapan tenaga kerja di daerah.
“Harapannya, apa yang menjadi usul-usulan dari pemerintah kota terutama, bisa dibantu oleh Pak Wamen dan kementerian. Terutama kita mengajukan BLK,” katanya.
Menyiapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Zaman
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, menambahkan bahwa pihaknya turut menyampaikan persoalan ketidaksesuaian kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja.
“Sekarang terjadi mismatch antara keahlian yang dimiliki tenaga kerja kita dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang berencana melakukan transformasi pelayanan ketenagakerjaan dengan menyesuaikan program pelatihan terhadap kebutuhan dunia kerja.
“Kami akan cocokkan antara jenis pelatihan yang akan kita laksanakan dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Membuka Jalan Kerja hingga ke Luar Negeri
Selain sektor domestik, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga ingin memperluas peluang kerja ke luar negeri melalui jalur resmi dan legal.
Untuk mendukung rencana tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan yang membawahi wilayah Bangka Belitung terkait pelatihan dan penempatan pekerja migran.
“Kita akan memaksimalkan kesempatan bekerja tidak hanya di dalam negeri, juga ke luar negeri. Tadi Pak Wamen sudah kasih tahu juga bahwa ada kesempatan untuk bisa bekerja di luar negeri secara legal, secara benar,” pungkasnya. (Rz)






